Ismail juga menjelaskan dua warga Kota Cirebon yang pernah dirawat di RSD Gunung Jati dan ternyata positif corona. Keduanya adalah ibu-ibu muda. Yang satu datang dari Jakarta dan melahirkan di RSDGJ. Wanita ini sudah pulang dan dalam kondisi tidak ada gejala. Kemudian, seorang lagi juga baru datang dari Jakarta mengalami gejala demam tinggi dan flu, kemudian berobat ke RSDGJ dan hasil swabnya dinyatakan positif.
“Tapi sekarang, mereka juga sudah pulang karena sudah tanpa gejala, hanya menjalani karantina mandiri di rumah. Yang asal Kuningan tadinya statusnya PDP tapi sekarang juga sudah pulang dan pihak dinkes di sana sudah diberitahukan agar kondisi pasien tersebut terus dipantau,” kata Ismail.
SEMBUH
Data terbaru, kemarin, satu dari dua warga Kota Cirebon itu sudah dinyatakan sembuh. Data itu disampaikan oleh Kepala Dinkes Kota Cirebon dr H Edy Sugiarto MKes. Ia mengatakan sembuhnya pasien berjenis kelamin perempuan tersebut didapat dari hasil uji sampel swab yang ke-2 dan ke-3. Hasilnya negatif.
“Jadi hari ini (kemarin, red) hasil swab yang ke-2 dan ke-3 keluar bersamaan dan hasilnya negatif. Memang agak cepat sembuhnya, karena baru saja kemarin tanggal 20 keluar hasil swab yang diambil tanggal 4 hasilnya negative,” ujarnya.
Edy menjelaskan, sampel swab yang ke-2 dan ke-3 itu diambil pada tanggal 6 April dan 13 April. “Ini termasuk bagus, karena dia bisa jadi contoh penyintas yang survivor. Bisa dipelajari juga penanganan medis dan pola hidup dia seperti bagaimana hingga bisa cepat sembuh,” tandas Edy. (azs)