CIREBON – Kasus positif virus corona atau Covid-19 di Kota Cirebon berpotensi mengalami penambahan. Swab test masal yang dilakukan di Balai Diklat BKKBN, Rabu (24/6), satu orang di antaranya diindikasikan positif corona. Bahkan, ada indikasi jika penularannya terjadi di fasilitas medis.
Kepala Dinkes Kota Cirebon dr H Edy Sugiarto MKes membenarkan informasi ini. Dirinya sudah mendapatkan informasi itu, walaupun belum secara resmi diterima dalam bentuk surat hasil pemeriksaan reverse-transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR) dari Laboratorium RSD Gunung Jati.
“Itu yang kemarin ikut swab test masal di Gedung Diklat KB. Dari 103 sekian peserta, informasinya ada 1 yang positif. Langsung kita tracing ke alamatnya. Tapi memang dia katanya kesehariannya tinggalnya lebih banyak di kelurahan lain (masih di Kota Cirebon, red),” ujar Edy, kemarin.
Orang tersebut, kata Edy, berasal dari kalangan tindak lanjut reaktif rapid test. Sebab, sehari sebelumnya mengantar neneknya berobat ke salah satu RS swasta di Cirebon. Kemudian, aturan di rumah sakit tersebut mengharuskan pengantar atau penunggu pasien menjalani rapid test.
“Setelah hasil rapid test reaktif itu, dia menjalani testing lanjutan swab test di gedung Diklat BKKN. Tadi saya baru dapat informasi hasilnya positif. Walau belum resmi dari pihak RS Gunung Jati, tapi tim surveilans kita langsung tracing ke yang bersangkutan dan lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Meski demikian, Edy mengaku pihaknya terus menggali informasi terkait riwayat perjalanan dan kemungkinan adanya kontak erat orang tersebut dengan orang lain yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19. Sehingga, kata Edy, belum bisa disimpulkan faktor penularannya dari fasilitas medis atau bukan.
TRACING LAGI DI SUNYARAGI
Sementara itu, munculnya tambahan 1 orang yang terkonfirmasi positif virus corona dari klaster Sunyaragi, tim surveilans kembali diterjunkan melakukan tracing di kawasan tersebut. Edy mengatakan, tracing dilakukan karena prosedur ketika ditemukan kasus positif baru, mesti dilakukan penelusuran terhadap orang sekitar yang kontak erat.
Hasil tracing sudah teridentifikasi 11 orang yang pernah kontak erat dan berinteraksi dengan pasien positif ketiga yang muncul di klaster Sunyaragi. “11 orang yang pernah kontak erat dan berinteraksi dengan pasien ketiga yang positif ini akan dites swab. Mudah-mudahan tidak ada yang positif lagi hasilnya,” ujarnya.