CIREBON – Agus Supratman belum mengubur impiannya berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua. Walau peluangnya kecil, atlet atletik andalan Kabupaten Cirebon itu masih menyimpan harapan. Terlebih setelah pesta olahraga empat tahunan itu resmi ditunda hingga 2021.
Ya, tahun ini PON batal digelar karena pandemi virus Corona. Bagi sejumlah atlet, penundaan itu merupakan kabar buruk. Bagi Agus sebaliknya. Penundaan jadwal PON menjadi angin segar. Peluangnya terbuka kembali untuk bisa terbang ke Papua.
Sebelumnya, sepanjang tahun 2019, dia berkali-kali gagal merebut tiket babak utama PON lewat babak kualifikasi yang digelar PB PASI. “Peluang lolos ke PON terbuka lebar,” kata Agus kepada Radar Cirebon.
Ayah satu anak itu mengatakan, peluang berikutnya tidak akan datang dengan sendirinya. Hanya akan terbuka jika PB PASI melaksanakan kejuaraan nasional sekaligus Babak Kualifikasi (BK) PON pada tahun 2021. “Ya, jika PB PASI melaksanakan lagi BK PON, maka saya bisa memperjuangkannya lagi,” imbuhnya.
Bersama anak dan istrinya, Agus kini tinggal di Kota Bandung. Atlet kelahiran Cirebon, 10 Agustus 1995 itu tetap berlatih di masa pandemi seperti saat ini. Di Sport Center Pajajaran, Kota Bandung, Agus masih dilatih oleh salah satu legenda atletik Jawa Barat, Ong Kok Hin.
Agus merupakan atlet spesialis nomor lapangan. Ada tiga nomor pertandingan yang dia geluti. Lempar cakram, tolak peluru dan lontar martil. Untuk lempar cakram dan tolak peluru, Agus masih yang terbaik di Jawa Barat. Itu dibuktikan dengan raihan medali emas di Pekan Olahraga Daerah alias Porda.
Sementara itu, pada nomor lontar martil, Agus hanya meraih medali perunggu. Alumni SMPN 1 Susukanlebak itu ingin memperbaikinya. Dia berambisi merajai ketiga nomor spesialisasinya itu di Porda Jabar 2022 mendatang.
“Andai saya tidak mendapatkan peluang untuk bertanding di PON, maka target utama berikutnya di Porda dan kejurnas (kejuaraan nasional). Karena itu saya masih latihan,” pungkasnya. (ttr)