CIREBON – Yogi Saputera pasrah dengan nasibnya di Pelatda PON XX. Salah satu atlet andalan Asosiasi Futsal Kota (Afkot) Cirebon itu merasa cemas jika ia tidak lagi dipanggil untuk memperkuat tim futsal Jawa Barat proyeksi PON XX yang akan dihelat di Papua tahun depan.
Yogi sangat mendambakan bermain di PON. Rangkaian seleksi ia ikuti demi menembus skuad utama Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jawa Barat. Sampai Februari 2020, ia masih tercatat sebagai salah satu pemain futsal proyeksi PON XX.
Tapi, seleksi belum berakhir. AFP Jawa Barat pun masih menyimpan sejumlah pemain nasional yang belum bergabung dengan tim. “Bisa dibilang setelah ada wabah virus Corona, memang belum ada kejelasan lagi sampai sekarang. Sepertinya, program latihan juga belum dimulai,” kata Yogi.
Satu hal yang membuat Yogi ketar-ketir adalah rapat koordinasi bidang tim daerah AFP Jawa Barat pada awal Juli 2020 lalu. Rapat yang berlangsung di Aula Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Barat itu juga dihadiri oleh tim futsal Jawa Barat proyeksi PON XX. Ironisnya, Yogi tidak dipanggil ke Bandung.
“Saya hanya dengar informasinya bahwa ada pertemuan yang ikut dihadiri oleh para pemain. Tapi saya tidak mendapat undangan resmi,” jelas Yogi.
Pemain yang tahun ini baru menginjak usia 17 tahun itu cemas tidak dipanggil dalam rapat tersebut. “Sebelum ada pandemi, beberapa pemain nasional memang belum bergabung. Sekarang saya tidak tahu. Mungkin pelatih sudah mendapatkan format yang terbaik untuk PON,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Afkot Cirebon, Amroni mengaku belum tahu pasti seperti apa perkembangan tim pelatda. Dia juga belum mendapatkan informasi resmi dari AFP Jawa Barat mengenai pencoretan Yogi dari tim proyeksi PON. “Saat ini belum ada konfirmasi resmi. Nanti saya cek,” katanya. (ttr)
Pasrah bila Gagal Masuk Pelatda PON
