Tunda Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

Buoati Majalengka Karna Sobahi soal janji politik
Bupati Majalengka, Dr H Karna Sobahi MMPd
0 Komentar

MAJALENGKA – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan Pemkab Majalengka, di saat meningkatnya jumlah masyarakat yang terkonfirmasi terpapar Covid-19. Langkah awal yang dilakukan pemkab adalah, kembali menutup objek wisata, menunda pembelajaran tatap muka di sekolah, dan memperketat izin keramaian.
Selain lokasi-lokasi tersebut, Pemkab Majalengka juga akan memperketat kegiatan di pasar. Penegasan itu disampaikan Bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi MMPd di ruang kerjanya, Selasa (4/8). Bupati menjelaskan, dirinya sudah memanggil Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian untuk antisipasi kegiatan di pasar.
Bupati meminta dinas terkait untuk memetakan kondisi pasar, dan fasilitas pendukung penanganan Covid-19 ditingkatkan. Khususnya menetapkan pintu masuk dan keluar hanya dua titik. Hal tersebut untuk memantau lalu lintas pembeli dan pedagang, dan mendeteksi kondisi terkini.
“Kita ikhtiar saja dulu. Karena sampai saat ini, belum ada teori yang jitu untuk menangani Covid-19. Kita sudah lakukan segala cara mulai dari penetapan masa darurat, PSBB jilid 1 dan 2 sampai AKB. Justru saat AKB, jumlah pasien positif malah melonjak,” jelas bupati.
Kesulitan yang dihadapi saat ini, menurut bupati, memenej masyarakat. Karena saat ini masyarakat tidak hanya terdampak sosial ekonominya, namun sudah menyangkut sosial psikologis. Masyarakat malah memarjinalkan pasien yang positif. Hal tersebut menurutnya, harus diantisipasi karena terkait kondusivitas masyarakat.
Meskipun untuk menghilangkan Covid-19 baru sebatas hipotesis dan prediksi, namun menurutnya berbagai upaya terus dilakukan. Paling tidak, untuk meminimalisasi peningkatan jumlah pasien positif Covid-19. Salah satunya, dengan membatasi izin keramaian atau hajatan, yang sudah dibahas dengan para camat.
“Kalau hajatan nikah misalnya, kita akan minta dari mempelai pria hanya membawa tamu atau utusan maksimal 20 orang. Sementara ketika ada hiburan pun sangat ketat aturannya. Semuanya sambil kita evaluasi,” terang bupati.
Meski saat ini pasien positif Covid-19 meningkat, namun bupati menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya mengurangi risiko di tengah masyarakat. Yang terpenting, adalah respons dan kecepatan penanganan oleh tim gerak cepat dan gugus tugas Covid-19.

0 Komentar