CIREBON – Taekwondo Indonesia (TI) Kota Cirebon masih berusaha memangkas jumlah atlet pelajar proyeksi Popda Jawa Barat 2021. Jumlah atlet taekwondo yang akan dikirim ke Popda tidak ada peningkatan signifikan. Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (DKOKP) Kota Cirebon memberikan kuota delapan taekwondoin.
Sementara itu, ada sekitar 20 atlet pelajar yang saat ini berada dalam pengawasan TI dan KOP Taekwondo Kota Cirebon. Secara kualitas, tak jauh berbeda. Seluruhnya memiliki kemampuan yang hampir setara. Baik di kategori poomsae (jurus) maupun kyorugi (tanding).
TI dan KOP pun cukup hati-hati menentukan delapan atlet yang nantinya akan diandalkan dalam pesta olahraga pelajar tingkat provinsi tersebut. “Kami akan menguji taekwondoin yang tergabung dalam pemusatan latihan. Ada beberapa tahapan tes yang akan dilakukan,” tutur Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) TI Kota Cirebon, Suwiriyadi.
Yang pertama-tama akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini, menurut Suwiriyadi, adalah tes fisik. Ketahanan fisik dan stamina para atlet akan kembali diuji. Pertama, untuk memastikan kebugaran para taekwondoin pasca latihan mandiri selama pandemi Covid-19. Selain itu, hasil tes fisik akan jadi acuan tim pelatih menentukan program berikutnya.
“Kondisi fisik para atlet juga akan menjadi catatan kita. Menjadi pertimbangan dalam menentukan siapa saja atlet yang masuk tim inti di Popda nanti,” imbuh Suwiriyadi.
Taekwondo salah satu cabang olahraga unggulan. Pada Popda 2018, cabor bela diri asal Korea ini berhasil menyumbangkan medali emas. Ketika itu, kontingen taekwondo Kota Udang masih mengandalkan Syifa Indah Syafira. Tapi, atlet proyeksi PON XX/2021 ini sudah tidak bisa lagi diturunkan di Popda.
Suwiriyadi mengungkapkan, tanpa Syifa, peluang meraih emas masih terbuka. Hanya saja, dampak dari meluasnya wabah virus Corona cukup signifikan. Banyak pekerjaan rumah yang tersisa. “Pamdemi menimbulkan sejumlah kendala,” katanya. “Dalam situasi ini, diperlukan kebijakan pemerintah agar kualitas pembinaan atlet kita tetap terjaga,” pungkas peraih medali perak PON 2000 itu. (ttr)
TI Pikirkan Ulang Atlet Popda
