Cerita Cirebon Cycling Club Gowes Bablas ke Semarang

CCC-Gowes Cirebon Semarang (1)
TEMBUS SEMARANG: Para anggota Cirebon Cycling Club pose bersama di sela-sela perjalanan rute Cirebon-Semarang dengan jarak 236 kilometer, kemarin. FOTO: DOK PRIBADI 
0 Komentar

Meski rutin bersepeda jarak jauh, para anggota Cirebon Cycling Club selalu memiliki cerita berbeda di setiap rute perjalanan yang ditempuhnya. Salah satunya dalam perjalanan rute Cirebon-Semarang dengan jarak 236 kilometer.APRIDISTA SITI RAMDHANI, Cirebon
 
BERSEPEDA menjadi olahraga yang sangat menyenangkan bagi Sudarso, Yanto, Asep, Syarif, dan David. Saking hobinya, perjalanan yang awalnya direncanakan hanya sampai Pekalongan, malah bablas sampai Semarang.
Perjalanan dimulai dari Graha Pena Radar Cirebon sejak pukul 06.00 WIB. Mulanya, perjalanan hanya akan sampai Pekalongan. Namun, terlanjur gowes akhirnya sampai di Semarang sekitar pukul 16.00 WIB.
“Rencana awal memang hanya sampai Pekalongan, PP. Tapi tanggung kita lanjut sampai Semarang,” jelas salah satu anggota Cirebon Cycling Club, Sudarso kepada Radar, kemarin.
Touring kali ini hanya diikuti lima orang. Karena tidak direncanakan jauh hari, akhirnya tak banyak anggota yang bisa ikut. Namun ia mengungkapkan, jumlah ini menjadi ideal untuk diterapkan saat pandemi. “Karena kami biasanya agak banyak peserta. Dengan personel 5 orang, jadi lebih fleksibel,” ungkapnya.
Meski total perjalanan menempuh waktu sekitar 10 jam, namun untuk total bergerak mencapai 7 jam dengan average speed-nya 29 kilometer/jam. Namun kecepatan bervariasi dari 30-40 kilometer/jam.
Dalam perjalanan tersebut, Sudarso dan lainnya pun beristirahat sejenak di beberapa daerah seperti Brebes, Tegal, Pekalongan, Gringsing, dan terakhir di Semarang. Total jarak yang ditempuh kali ini pun mencapai 236 km.
“Tiga minggu sebelumnya kami melakukan perjalanan ke Cikampek dengan jarak tempuh 160 km,” terangnya.
Dalam perjalanan kali ini, menurut Sudarso, track yang paling menantang adalah di Alas Roban. Jalan yang kesohor ini, medannya berkelok dan menanjak curam. Jelas, membuat perjalanan semakin menantang. “Di km 170 kita masuk ke Alas Roban. Medannya naik turun. Cukup berat di sini,”  ungkapnya.
Terlepas dari medan ini, yang menjadi tantangan terbesar dalam perjlanan kali ini, adalah angin yang cukup kencang. Sejak pertama perjalanan, angin pun sudah terasa. Sehingga 7-10 persen tenaga terbuang dengan adanya angin yang menerpa dari depan maupun belakang. “Tantangan terbesar kali ini tentu angin, selain medan jalan yang sedikit rusak dan menanjak,” tuturnya.

0 Komentar