Bidan Positif, Puskesmas Pulasaren Lockdown

okri- puskesmas pulasaren (1)
LOCKDOWN: Puskesmas Pulasaren ditutup selama tiga hari, setelah salah seorang bidannya dinyatakan positif terpapar corona. FOTO: OKRI RIYANA/RADAR CIREBON
0 Komentar

Menanggapi lonjakan drastis kasus positif atau terkonfirmasi covid-19 ini, Kepala Dinas Kesehatan dr H Edy Sugiarto MKes mengakui jika masih ada faktor berbahaya ancaman penularan covid-19 di Kota Cirebon. Seiring dengan telah dilonggarkannya berbagai akses transpotasi dan lalu lalang orang.
“Ya memang potensi bahaya ini masih mengancam dari berbagai sudut. Transportasi tidak bisa dibendung, semua bisa pergi ke mana saja. Sehingga peluang kontak dengan orang dari daerah luar juga sangat terbuka. Terbukti, yang saat ini melonjak, kluster rekan satu kantor habis tugas luar dari Jakarta,” ujarnya.
Menurutnya, hal ini merupakan keniscayaan dan tidak bisa dibendung, mengingat sektor ekonomi harus dipulihkan. Pihaknya hanya mampu untuk meningkatkan kapasitas pengetesan melalui metode PCR, pelayanan kesehatan, serta tracing dan perawatan di fasilitas medis.
KABUPATEN BERTAMBAH
Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Cirebon bertambah lagi. Data perhari Rabu (12/8) ada penambahan enam kasus baru terkonfirmasi Covid-19 di mana salah satunya dinyatakan meninggal dunia.
Kadinkes Kabupaten Cirebon, Hj Eni Suhaeni SKM MKes kepada Radar mengatakan, penambahan enam kasus tersebut membuat jumlah total kasus terkonfirmasi kasus positif di Kabupaten Cirebon menjadi 106 kasus.
“Ada penambahan baru, ada 6 kasus yang kita temukan. Satu meninggal dunia. Untuk jumlah total kasus terkonfirmasi ada 106 dan untuk korban meninggal total hingga saat ini ada 6 kasus,” ujar Hj Eni.
Ditambahkannya, untuk kasus ke 101, merupakan seorang perempuan dengan usia sekitar 40 tahun yang juga punya riwayat perjalanan ke DKI Jakarta.
“Sesuai data yang masuk dari Kecamatan Beber, yang bersangkutan seorang ibu rumah tangga yang punya riwayat perjalanan. Saat ini sudah kita lakukan penelusuran kontak eratnya,” ujarnya.
Untuk kasus ke-102 merupakan laki-laki dengan usia sekitar 30 tahun dari Kecamatan Weru yang merupakan pegawai salah satu rumah sakit di Kota Cirebon. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani perawatan karena ada gejala klinis.
Kasus selanjutnya atau kasus ke-103 juga seorang laki-laki dengan usia sekitar 30 tahun yang merupakan warga Kecamatan weru yang juga karyawan salah satu rumah sakit di Kota Cirebon yang saat ini juga dirawat karena ada gejala klinis.

0 Komentar