Daripada Tidak Ada Pemasukan

0 Komentar

 
  
Bertahan di tengah pandemi sekaligus krisis ekonomi bukan sesuatu yang mudah bagi para pebisnis. Menurunnya omzet dan biaya produksi yang tak bisa dipenuhi rata-rata menjadi permasalahan utamanya. Oleh karena itu, sejumlah pebisnis di Cirebon melakukan beberapa cara untuk dapat bertahan.***KEPALA Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon, Bakti Artanta berbagi kiat atau tips dalam menghadapi pandemi ini. Para UMKM harus bisa mencari peluang bisnis lain agar bisa tetap mendapatkan pemasukan. Di saat pandemi ini omzet UMKM pasti mengenai imbas.
Cara untuk menanganinya yakni mencari alternatif dengan pengembangan produk lainnya. Jika produk pakain yang dijual misalnya tidak laku di pandemi ini, bisa mencari alternatif lain yang sedang banyak dicari orang.
“Cari pasar potensial untuk memperbaiki pemasukan, lihat konsumsi domestik karena tak terganggu dibanding dengan ekspor,” ungkapnya.
Peluang ini pun diimplementasikan salah satunya oleh Bintang Koemoro. Sadar akan bisnis tour and travel-nya yang lumpuh di saat pandemi, ia akhirnya banting stir ke bisnis online.
Bagi Bintang peluang bisnis online saat pandemi menjadi salah satu peluang untuk mendatangkan pundi-pundi.
Sejak diterapkannya lockdown di berbagai negara pada Februari lalu, aktivitas perjalanan tour and travel ke luar negeri terhenti sepenuhnya. Termasuk perjalanan umrah.
Onwer Hawwa Buana Wisata yang dengan brand Hawwa Tour and Travel pun terpaksa harus menunda sekitar 120 customer-nya yang hendak melakukan perjalanan umrah. “Mau bagaimana lagi, ada pembatasan, penerbangan ditutup,” ungkapnya.
Terlebih tak hanya perjalanan umrah yang tak bisa dilakukan, namun beberapa negara pun hingga saat ini belum membuka penerbangan dan wisata secara terbuka.
Oleh sebab itu sejak pandemi sekitar Februari, usaha tour and travel Bintang terpaksa terhenti tak ada aktivitas sama sekali. “Walaupun saat ini ada yang sudah membuka seperti Vietnam, namun saat kita sampai sana harus karantina selama 14 hari, sedangkan rata-rata perjalanan hanya 3-4 hari,” paparnya.
Tak mau terpuruk dengan bisnisnya yang lesu, Bintang mulai banting setir membuka usaha lain. Karena merasa di era pandemi ini semua aktivitas belum bisa kembali normal sepenuhnya, ia pun mulai membuka bisnis online. Bintang menjual berbagai kebutuhan seperti kurma, madu, daster, dan lainnya.

0 Komentar