Pria yang akrab disapa Elang Ayi ini menuturkan, sebelum dimandikan, benda pusaka direndam terlebih dahulu dengan air kelapa. Biasanya, memerlukan waktu seharian. Tapi karena ritual tradisi tahun ini waktunya dibatasi, maka hanya direndam 30 menit saja.
Kemudian, benda pusaka tersebut dimandikan atau dicuci dengan air kembang tujuh rupa. Kemudian dijemur di bawah terik sinar matahari. Setelah kering, dilap dengan air kulit jeruk nipis. Berikutnya, diberi cairan khusus anti pengeroposan, agar benda pusaka tidak mudah lapuk termakan usia.
Benda pusaka yang dijamas kali ini, hanya pusaka-pusaka peninggalan langsung Pangeran Cakrabuana atau Raden Walangsungsang seperti kujang wayang dan beberapa keris serta senjata pusaka lainnya yang pernah dimiliki dan dipegang langsung oleh Pangeran Cakrabuana. (*)
Yang Berbeda dari Tradisi Jamasan Keraton Kasepuhan Tahun Ini
