KESAMBI – Sempat tertunda karena Covid-19, pembangunan shelter Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang sekarang berubah menjadi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), kabarnya akan diwujudkan. Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Kota Cirebon, Dra Santi Rahayu MSi menjelaskan, pembangunan shelter PPKS rencananya dimulai tahun 2021.
Sebagai bentuk keseriusan mewujudkan shelter tersebut, kata Santi, dinsos sudah menanyakan langsung ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) selaku SKPD teknis yang mengerjakan pembangunan shelter. Oleh DPUPR, dijelaskan bahwa pada tahun 2021, sudah dianggarkan.
“Ini cita-cita saya sejak dulu bahwa dinsos punya shelter. Bahkan saat presentasi Open Biding Eselon II, saya sampaikan itu di depan penguji,” kata Santi, kemarin.
Santi menegaskan, Kota Cirebon dengan beragam persoalan sosial, membutuhkan keberadaan shelter PPKS. Makanya, pihaknya mendorong agar segera dilaksanakan pembangunannya, karena penanganan PMKS yang sekarang berubah menjadi PPKS, anggarannya ada di tahun 2021.
Karena hadirnya shelter PPKS, diharapkan ada proses assessment klien. Sehingga, klien tidak perlu malu ketika konsultasi. “Alhamdulillah, ternyata memang ada anggarannya tahun ini,” terangnya.
Pembangunan shelter, menurut Santi, akan dibangun lokasinya di seberang jalan depan dinsos. Nantinya, akan menjadi tempat konseling, hingga mereka yang telantar, sementara bisa diinapkan di shelter.
“kami sih berharap, DPUPR pada triwulan I segera memasukkan lelang. Syukur-syukur bulan Januari ini bisa masuk lelang ULP, sehingga pertengahan tahun bisa difungsikan,” pungkasnya. (abd)