Pemkot Bongkar TPI Pesisir

gempa-cipondok
RUSAK RINGAN: Sejumlah rumah di Desa Cipondok Kecamatan Cibingbin yang rusak akibat gempa masih ditempati oleh pemiliknya, kemarin.
0 Komentar

 
LEMAHWUNGKUK – Dampak penataan wilayah pesisir Panjunan dalam program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), berdampak pada pembongkaran tempat pelelangan ikan (TPI) di wilayah tersebut. Pemkot Cirebon berencana kembali membangun di lokasi yang berbeda jika penataan telah tuntas.
Namun, dibongkarnya TPI tersebut, secara tidak langsung berimbas pada nelayan. Pasalnya, segala kegiatan perdagangan ikan dan hasil tangkapan laut di TPI tidak dapat berjalan seperti biasanya. Ikan hasil melaut dan tangkapan hasil laut lainnya harus dijual sendiri oleh nelayan ke pasar tradisional.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Walikota Cirebon Dra Hj Eti Herawati menjelaskan, dibongkarnya TPI di wilayah Kampung Pesisir Utara Kota Cirebon karena memang sejauh ini, dilaporkan sudah lama tidak ada aktivitas.
“Dibongkarnya TPI ini karena memang tidak ada aktivitas pelelangan ikan. Jadi ya kami bongkar,” kata Eti kepada wartawan, Selasa (5/1).
Meski demikian, dirinya sangat mendukung dan mendorong kegiatan pelelangan ikan di wilayah pesisir utara tersebut. Menurutnya, Pemkot Cirebon sudah merencanakan dan menata kawasan pesisir utara, yang ke depannya akan menjadi destinasi wisata baru. Penataan wilayah tersebut melalui program pemerintah, yakni Kotaku. Program Kotaku ini menjadi program andalan pemerintah yang merupakan kolaborasi Pemkot Cirebon dan Kementerian PUPR.
Selanjutnya, setelah hasil penataan Kotaku itu sudah mulai ramai dan menjadi tempat destinasi wisata, nanti kalau para nelayan memang membutuhkan itu, pemkot akan buatkan TPI sesuai dengan desain baru, di lokasi yang tidak jauh dari objek Kotaku. Jika tidak ada halangan, Mei tahun ini wilayah pesisir Panjunan sudah bagus dan cantik.
“Jika nelayan membutuhkan TPI, ya kita dorong lagi, minimal jual-beli ikannya aktif kembali. Dengan syarat, ketika dibangunkan kembali, harus dioptimalkan fungsinya, jangan dianggurkan lagi,” pinta Eti. (azs)
 

0 Komentar