KUNINGAN – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kuningan mengamankan dua ekor ular di dua tempat berbeda dalam waktu satu malam, kemarin.
Ular pertama yang diamankan petugas Damkar adalah jenis ular weling di pekarangan rumah Sekretaris Daerah (Sekda) Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi di Perumahan BTN Cijoho pada Kamis (28/1) tengah malam sekitar pukul 23.30 WIB. Kemudian satu ekor lagi jenis sanca kembang atau piton di belakang asrama atlet kompleks GOR Ewangga pada Jumat (29/1) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB.
Di lokasi pertama, keberadaan ular berbisa yang juga dikenal dengan sebutan ular belang ini diketahui oleh anggota Satpol PP yang tengah berjaga. Petugas tersebut melihat ada seekor ular masuk dari sela-sela pintu gerbang bergerak menuju taman. Mengetahui binatang yang masuk tersebut jenis ular berbisa, petugas piket tersebut segera melaporkannya ke ajudan sekda yang langsung diteruskan ke kantor Damkar juga ke anggota komunitas Rumah Ular Kuningan.
Sekitar 15 menit kemudian tiga anggota Damkar Kabupaten Kuningan tiba di lokasi dan langsung melakukan pencarian. Dibantu Dede dari Komunitas Rumah Ular Kuningan, pencarian ular berbisa ini pun berlangsung singkat. Rupanya, ular weling tersebut masih berada di tengah taman belakang rumah sekda. Perlahan, petugas menangkap ular belang corak hitam putih tersebut menggunakan tongkat penjepit dengan mudah.
“Ular weling termasuk dalam kategori ular berbahaya karena bisanya cukup mematikan. Bahkan, ular ini menduduki peringkat ketiga paling mematikan di dunia setelah ular sendok dan anang alias king kobra,” ungkap Kepala UPT Damkar Kuningan Mh Khadafi Mufti.
Khadafi pun mengapresiasi kesigapan anggota Satpol PP yang tengah berjaga langsung melaporkan temuan ular berbisa tersebut kepada kantor Damkar. Sehingga, ular tersebut bisa diamankan sebelum masuk ke dalam rumah dan membahayakan penghuninya.
Di lokasi kedua, petugas Damkar Kabupaten Kuningan mendapat panggilan dari asrama atlet di kompleks GOR Ewangga sekitar pukul 03.30 WIB. Kali ini, jenis ular yang diamankan adalah seekor sanca kembang alias piton sepanjang empat meter.
“Awalnya ada salah satu penghuni asrama bernama Pak Gunawan terbangun sekitar pukul 02.30 WIB hendak Salat Tahajud. Dia dikejutkan dengan suara berisik di kandang ayam belakang asrama. Saat dilihat ke belakang, dia kaget ternyata ada seekor ular besar sedang melilit ayam bangkok jantan. Langsung dia menghubungi kantor Damkar untuk meminta bantuan penanganan,” ungkap Khadafi.