RADARCIREBON.ID –Suasana di SDN Cigintung, Kecamatan Kuningan, mendadak heboh pada Selasa (27/8) pagi. Pasalnya, dua pohon berukuran besar tumbang menimpa atap ruang kelas 3 dan 4 sekolah tersebut.
Akibatnya, bangunan sekolah mengalami kerusakan sedang dan membuat para guru khawatir aktivitas belajar mengajar terganggu.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang guru, Opik Taufik Hasan (35), yang tiba di sekolah sekitar pukul 06.15 WIB. Ia mendapati dua pohon sudah roboh menimpa atap kelas.
Baca Juga:WJTE 2025 Diharapkan Genjot Pariwisata CirebonKota Cirebon Kebut Perbaikan Jalan Rusak
Tak ingin risiko kerusakan semakin parah, ia langsung menghubungi Call Center UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kuningan untuk meminta pertolongan.
Menerima laporan tersebut, tim UPT Damkar Kuningan segera bergerak cepat ke lokasi. Sebanyak tujuh personel gabungan dikerahkan, dan proses evakuasi pohon berlangsung sekitar empat jam hingga kondisi atap sekolah kembali aman.
Kepala UPT Damkar Kuningan Andri Arga Kusumah, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut pohon tumbang diperkirakan akibat hembusan angin kencang pada dini hari di tengah musim kemarau panjang.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, memang atap bangunan sekolah mengalami kerusakan sedang. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas belajar dan mengajar serta memperparah kerusakan bangunan,” jelas.
Ia menambahkan, peristiwa seperti ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana di musim kemarau, termasuk pohon-pohon besar yang rawan tumbang saat diterpa angin kencang.
“Apabila masyarakat membutuhkan bantuan penanganan kebakaran maupun penyelamatan, silakan segera menghubungi Call Center UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan. Kami selalu siap siaga memberikan pelayanan cepat,” tuturnya.
Sementara itu, hembusan angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Hantara, Kuningan, Kamis (28/8) pagi, membuat suasana warga mendadak panik.
Baca Juga:Pemkab Cirebon Apresiasi Wajib Pajak Teladan, Bupati Imron: Pajak Lancarkan PembangunanSATU DEKADE SYNTAX CORPORATION INDONESIA, "Sepuluh Tahun Meneguhkan DNA Petarung"
Sekitar pukul 06.15 WIB, dua pohon besar tumbang dan salah satunya menimpa rumah permanen milik seorang warga di Desa Tundagan hingga mengalami kerusakan berat.
Berdasarkan data dari BPBD Kuningan, pohon tumbang adalah jenis Lamelaut (Pulai) dengan ketinggian mencapai 50 meter dan diameter 2,5 meter.
Pohon berusia tua itu ambruk dan menimpa pohon kemiri berukuran 25 meter yang berdiri di dekat rumah milik Kurba (42). Akibatnya, bangunan berukuran 6×7 meter tersebut hancur tertimpa material pohon.