Reaktivasi Bandara Husein Bisa Picu Persaingan Tak Sehat dengan BIJB Kertajati

Reaktivasi Bandara Husein Bisa Picu Persaingan Tak Sehat
Ketua Gabungan Pengusaha Industri Tour & Travel (GAPITT) Ciayumajakuning Budi Aries mengingatkan hal ini dapat memicu adanya persaingan dua bandara yang tak sehat. Foto dokumen
0 Komentar

Farhan mengusulkan agar pemerintah pusat dan daerah tidak memposisikan Bandara Husein dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sebagai kompetitor, melainkan sebagai dua bandara yang saling melengkapi. “Kami menyarankan agar kedua bandara dihidupkan secara simultan, jangan menunggu yang satu maju dulu baru yang lain menyusul. Kalau hanya menunggu, kita tidak akan bergerak,” ujarnya.

Dalam konsep yang disebut West Java Twin Airport, Bandara Husein akan difokuskan untuk penerbangan domestik dan Internasional jarak pendek, sedangkan Kertajati diarahkan untuk penerbangan jarak jauh, kargo, dan haji-umrah.

Pemerintah Kota Bandung saat ini tengah menyusun masterplan sinergi antara kedua bandara tersebut bersama Pemprov Jawa Barat dan Kementerian Perhubungan.

Baca Juga:Hebat! Ibu-ibu Kalikoa Mengelola Hidroponik, Kini Hadapi Tantangan Cuaca dan HamaLantik KID, Walikota Sebut Prosesnya Sudah Benar

Farhan optimistis pada 2026 Bandara Husein dapat kembali melayani hingga empat juta penumpang per tahun, seperti sebelum pandemi dan relokasi besar-besaran ke Kertajati. “Empat juta penumpang per tahun itu dulu pernah tercapai. Masa gak mau dibalikin?” kata Farhan kepada Jabar Ekspres (Radar Cirebon Group). (apr)

0 Komentar