Menanggapi dugaan kecurangan, Kadmidi membantah hal tersebut. Ia menegaskan bahwa proses seleksi tambahan telah dilaksanakan sesuai regulasi, tahapan, dan SOP yang berlaku.
“Kalau dinilai ada kecurangan, silakan dibuktikan. Bahkan jika diperiksa sekalipun, hasilnya akan tetap sama seperti yang disampaikan panitia kabupaten,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu bacalwu dari Desa Patrol, Ahmad Zaenuri, mengatakan bahwa kedatangannya bertujuan meminta penjelasan terkait mekanisme penilaian seleksi tambahan, mulai dari tes tertulis hingga wawancara. Ia menegaskan perlunya keadilan dan keterbukaan agar tidak menimbulkan gesekan di tengah masyarakat.
Baca Juga:Simulasi Penanggulangan Bencana BPBD Indramayu, Tingkatkan Kesiapsiagaan Petugas Jelang Musim HujanPemkab Indramayu Dorong Pemdes Siapkan Lahan untuk Gerai Koperasi Merah Putih
“Karena itu kami meminta Gubernur Jawa Barat untuk turut menyelesaikan persoalan ini agar tidak berkembang menjadi polemik,” ujarnya. (oni)
