Sebagai langkah penguatan inovasi, UCIC juga membangun kerja sama strategis dengan berbagai institusi pendidikan dan teknologi di China untuk mendukung internasionalisasi kampus dan mempercepat pengembangan teknologi masa depan, termasuk rencana pendirian AI Technology Centre di Indonesia.
Rektor menegaskan bahwa mulai tahun akademik mendatang, seluruh program studi UCIC akan mendapatkan mata kuliah kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus sesuai kebutuhan masing-masing fakultas.
Kebijakan ini diharapkan menjadi pembeda UCIC dibanding perguruan tinggi lain di Indonesia, karena bukan hanya prodi teknologi informasi, tetapi fakultas bisnis dan pendidikan juga akan memperoleh pembelajaran AI yang relevan dengan perkembangan industri modern.
Baca Juga:Terlalu Banyak Rotasi, Manchester City Takluk 0-2, Guardiola Akui Terlalu “Royal” pada Pemain CadanganPelari Muda Asal Cirebon Sabet Juara Dua di Borobudur Marathon 2025
Di samping fokus pada teknologi, UCIC juga menunjukkan komitmen kuat terhadap kegiatan sosial dan kemanusiaan melalui Yayasan Harapanku yang telah memproduksi dan menyalurkan ribuan kaki palsu kepada penyandang disabilitas di berbagai daerah.
Yayasan ini juga membina anak-anak berkebutuhan khusus seperti penyandang Down Syndrome dan Autisme melalui Griya Karya Harapanku, dengan berbagai program pelatihan seni, musik, hidroponik, aquaponik, hingga kerajinan tangan.
Dari sisi pengembangan institusi, UCIC kini mengoperasikan Kampus 2 di Jalan Kesambi No. 58 A, yang mengusung konsep bangunan modern berteknologi tinggi.
Kampus ini dilengkapi laboratorium AI, IoT, dan Robotika, serta Convention Hall berstandar internasional yang dapat digunakan untuk seminar, konferensi, dan kegiatan akademik berskala nasional maupun internasional.
Fasilitas olahraga juga diperkuat melalui Taman Cipto Sport Centre yang dikembangkan CIC Group untuk mendukung keseimbangan akademik dan kesehatan fisik mahasiswa.
Rektor juga memaparkan sejumlah capaian penting, di antaranya keberhasilan UCIC meraih akreditasi “Baik Sekali” BAN-PT periode 2025-2030, peningkatan klaster perguruan tinggi dari klaster binaan pada 2022 menjadi klaster pratama pada 2025 dan ditargetkan naik menjadi klaster madya pada 2026, peningkatan kualitas penelitian melalui Hibah Kompetitif Nasional, serta peningkatan jumlah dosen yang melanjutkan pendidikan S3 di berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Bahkan seluruh dosen UCIC kini telah memiliki jabatan fungsional akademik dan meraih berbagai penghargaan nasional maupun internasional di bidang akademik, teknologi, literasi, dan kepemimpinan digital.
