JAKARTA– Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) memastikan koperasi sektor produksi siap mendukung kebutuhan bahan baku bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, sejumlah koperasi sudah terlibat dalam penyediaan bahan baku ke dapur SPPG.
Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono mengatakan, koperasi memiliki jaringan produksi dan distribusi yang kuat sehingga bisa langsung terhubung dengan SPPG di berbagai daerah.
“Dengan penambahan jumlah SPPG, kami mempercepat suplai bahan baku untuk dapur-dapur yang ada dan yang sedang dibangun,” ujar Ferry usai rapat koordinasi terbatas (rakortas), kemarin.
Baca Juga:Peringatan Hari Disabilitas Internasional di DPRD Kuningan, Nuzul Sebut Dr Elon Carlan Jadi InspirasiBanjir Ancaman Terbesar, Ada 160 Kejadian Bencana di Cirebon dari Januari-November 2025
Ferry mencontohkan peluang koperasi susu yang dapat memenuhi kebutuhan susu pasteurisasi bagi penerima MBG, yang diproyeksikan mencapai lebih dari 80 juta jiwa per tahun.
Selain itu, Koperasi Ponpes Ittifaq di Ciwidey Bandung sudah terbukti mampu memasok produk pertanian ke jaringan ritel modern.
Menurutnya, ekosistem koperasi siap menjadi bagian rantai pasok MBG. Kemenkop akan mengonsolidasikan koperasi untuk mendukung suplai bahan baku secara berkelanjutan.
Untuk memperkuat pembiayaan, Kemenkop mendorong Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) membantu koperasi dalam meningkatkan kapasitas produksi.
“Kita perlu memetakan titik SPPG dan menyinkronkannya dengan koperasi agar suplai berjalan lancar,” katanya.
Kemenkop juga telah memetakan potensi koperasi melalui program Kopdes/Kel Merah Putih yang melibatkan petani, peternak, nelayan hingga UMKM lokal.
Menjawab tantangan pasokan daging dan telur ayam, Ferry menegaskan koperasi peternak dapat menjadi pemasok utama bagi SPPG.
Baca Juga:Jelang Pilwu Serentak di Indramayu, Polisi Perketat Razia Cegah Ganguan KamtibmasJaga Stok BBM Jelang Libur Nataru, Kilang Balongan Gelar Apel Kesiapsiagaan Pengamanan Instalasi Strategis
“Koperasi siap menambah populasi ayam dengan pembiayaan tepat untuk memastikan suplai stabil,” tegasnya.
Selain pemasok bahan baku, koperasi bisa menjadi pengelola dapur, pengolah makanan, hingga pengelola limbah dalam ekosistem MBG.
Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan menekankan bahwa koperasi, UMKM, dan BUMDes harus mendapatkan porsi besar sebagai pemasok bahan baku protein seperti ikan, telur, dan ayam.
“Pemenuhan karbohidrat aman, kita fokus habis-habisan untuk memenuhi protein,” tambah pria yang akrab disapa Zulhas itu.
Sedangkan, Kepala BGN Dadan Hindayana melaporkan, hingga kini beroperasi 16.630 SPPG yang melayani 47,2 juta penerima manfaat. Targetnya, jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 20 ribu SPPG pada akhir tahun.
