Waspadai Bahaya Banjir Jelang Nataru

BPBD Kabupaten Cirebon
MONITORING: Sekretaris BPBD Kabupaten Cirebon Syamsul Huda memantau perkembangan cuaca dan peringatan dini bencana hidrometeorologi, kemarin. Foto: SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON
0 Komentar

CIREBON-Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon meningkatkan status kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

BPBD memprediksi curah hujan akan tetap tinggi hingga Februari 2026, sehingga risiko banjir diperkirakan meningkat di sejumlah wilayah.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda mengatakan, terdapat 31 kecamatan yang masuk dalam kategori rawan banjir dan patut diwaspadai masyarakat selama periode libur panjang. Sebaran wilayah rawan tersebut mencakup 136 desa dan kelurahan.

Baca Juga:Dishub dan Bunda PAUD Indramayu Kenalkan Tertib Lalu Lintas kepada 500 Anak Usia DiniPDAM Indramayu Kembali Disorot, Legislator PKB Minta Direksi Taat Aturan Keuangan

“Dari total 40 kecamatan di Kabupaten Cirebon, hanya sembilan kecamatan yang relatif aman dari banjir. Artinya sebagian besar wilayah perlu meningkatkan kewaspadaan,” ujar Syamsul kepada Radar Cirebon, Selasa (9/12).

Dijelaskannya, beberapa kecamatan rawan banjir, yakni Susukan, Gegesik, Ciwaringin, Arjawinangun, Klangenan, Palimanan, Depok, Jamblang, Pangenan, Sumber, Gunung Jati, Suranenggala, Kapetakan, Plumbon, Plered, Kedawung serta kecamatan lainnya termasuk Astanajapura, Mundu, Karangsembung, Gebang, Losari, Pabedilan, Waled, Lemahabang hingga Kaliwedi.

Sementara itu, sejumlah wilayah seperti Dukupuntang, Greged, Beber, Sedong dan Susukanlebak tidak hanya perlu mengantisipasi banjir, melainkan juga berpotensi mengalami tanah longsor.

Menurut Syamsul, bencana-bencana tersebut hampir selalu terjadi setiap tahun di periode puncak musim hujan.

“Pada momen Nataru, aktivitas masyarakat biasanya meningkat drastis. Mobilitas kendaraan tinggi, termasuk ke objek-objek wisata. Karena itu, masyarakat perlu menyesuaikan rencana perjalanan dengan kondisi cuaca dan lokasi tujuan,” katanya.

Syamsul menegaskan, BPBD telah menyiapkan 20 personel yang siaga 24 jam untuk menghadapi kemungkinan terburuk.

Jika terjadi bencana berskala besar, BPBD akan berkoordinasi dengan TNI/Polri dan berbagai stakeholder lainnya.

Baca Juga:Pemkab Indramayu Targetkan Produksi Padi 1,7 Juta Ton, Ini CaranyaDana Desa Tahap 2 untuk 81 Desa di Indramayu Terancam Tidak Cair, Apdesi Minta Ini ke Menkeu Purbaya

“BPBD selalu siap siaga. Tapi kesiapsiagaan tidak akan efektif tanpa peran aktif masyarakat. Kami imbau semua warga untuk tetap waspada dan tidak mengabaikan potensi bahaya,” tegasnya. (sam)

0 Komentar