Ia juga menyoroti meningkatnya laporan kekerasan terhadap pekerja migran perempuan, mencapai 154 kasus. Naik dari bulan sebelumnya yang berjumlah 103 kasus. Sejak 2023, sekitar 65 persen pengaduan yang ditangani Migrant Care berasal dari perempuan.
“Banyak korban memilih diam karena pelakunya merupakan orang berpengaruh. Karena itu, tema ‘Diam Tertindas, Bangkit Bersuara’ sangat relevan untuk mengungkap kasus-kasus ini,” ujarnya.
Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan secara resmi dibuka malam itu, dengan harapan gerakan bersama masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bebas kekerasan bagi perempuan dan anak di Indramayu. (han)
