Aktivitas Terganggu! Banjir di Jungjang Wetan Cirebon Belum Surut, Ribuan Warga Terdampak

Jungjang Wetan
BELUM SURUT: Sejumlah pengendara sepeda motor nekat menorobos banjir yang merendam kawasan Jungjang Wetan Kecamatan Arjawinangun, akhir pekan kemarin. Foto: KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON
0 Komentar

CIREBON-Hingga Minggu (14/12) sore, banjir yang merendam Desa Jungjang Wetan, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, belum juga surut.

Genangan air masih bertahan di sejumlah titik permukiman warga, menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu.

Air setinggi 30 hingga 80 sentimeter masih menggenangi rumah-rumah warga, terutama di kawasan permukiman yang berada di dataran rendah dan dekat aliran sungai.

Baca Juga:Peringati Hari Bhakti Transmigrasi ke-75 dengan Tabur Bunga di Makam Pionir Transmigrasi SukraPanggung Budaya di Indramayu Serukan Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan

Kondisi ini membuat sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat di luar desa. Salah seorang warga Jungjang Wetan, Oji mengatakan, banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (13/12) malam hingga Minggu dini hari.

Menurutnya, genangan banjir biasanya surut dalam beberapa jam, namun kali ini banjir bertahan hingga belasan jam.

“Biasanya banjirnya cepat surut, tapi sekarang lama. Airnya masih menggenang,” ujarnya, Minggu (14/12).

Selain permukiman, banjir juga merendam sekolah, fasilitas umum, serta ruas jalan desa. Genangan air di jalan membuat sejumlah kendaraan mogok, bahkan pengendara sepeda motor terpaksa mendorong kendaraannya saat melintas.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon mencatat, Desa Jungjang Wetan menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak paling besar dalam peristiwa banjir kali ini. Lebih dari 4.000 warga terdampak akibat genangan yang belum surut.

Secara keseluruhan, BPBD mencatat sebanyak 6.530 warga dari 1.843 kepala keluarga terdampak banjir di 22 desa dan kelurahan yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Cirebon selama 13-14 Desember 2025.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, Hadi Eko mengatakan, banjir dipicu hujan berintensitas tinggi dengan durasi panjang yang menyebabkan sejumlah sungai meluap.

Baca Juga:Perkuat Ketahanan Pangan, Kabaharkam Polri Komjen Karyoto Pimpin Penanaman Jagung di IndramayuKawal Asta Cita Presiden Prabowo, Pemkab Indramayu Siapkan Lahan untuk Ketahanan Pangan

“Beberapa titik, termasuk Jungjang Wetan, sampai saat ini airnya belum sepenuhnya surut,” kata Hadi.

BPBD juga mencatat sebanyak 1.306 unit rumah dan fasilitas umum terdampak banjir, serta adanya kerusakan tanggul penahan sungai di Desa Kebarepan. Meski demikian, tidak ada laporan korban luka maupun korban jiwa.

Dalam penanganan darurat, BPBD bersama TNI, Polri, dan relawan masih melakukan pemantauan, evakuasi warga, serta penyaluran bantuan logistik dasar.

BPBD mengimbau warga tetap waspada mengingat cuaca di wilayah Kabupaten Cirebon masih berpotensi hujan. (awr)

0 Komentar