Waspada Peringatan Dini dari BMKG Jelang Nataru

antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem
TERJUN LANGSUNG: Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung proses sebagai antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem, kemarin. FOTO: DISWAY.ID
0 Komentar

JAKARTA-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengingatkan ancaman peringatan dini BMKG menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Hal itu ia tegaskan saat menggelar rapat terbatas di sela-sela peninjauan ke daerah terdampak bencana di Sumatera, akhir pekan kemarin.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pada kesempatan tersebut, Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah untuk memberikan perhatian serius terhadap peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Baca Juga:Peringati Hari Bhakti Transmigrasi ke-75 dengan Tabur Bunga di Makam Pionir Transmigrasi SukraPanggung Budaya di Indramayu Serukan Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan

“Beliau minta untuk itu terus diperhatikan termasuk peringatan dini dari BMKG untuk beberapa daerah yang mungkin di Natal dan Tahun Baru ini akan mengalami peningkatan curah hujan,” ujar Prasetyo.

Menurutnya, perhatian terhadap peringatan dini cuaca ini penting agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih awal, terutama di daerah yang berpotensi mengalami peningkatan curah hujan selama periode libur akhir tahun.

Selain peringatan cuaca, Presiden juga meminta jajaran terkait memastikan kesiapan fasilitas umum serta layanan pendukung lainnya agar masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman.

“Beliau juga ingin memastikan ini sudah minggu kedua menjelang Natal dan Tahun Baru semua fasilitas-fasilitas umum,” katanya.

Prabowo turut menekankan pentingnya menjaga ketersediaan dan stabilitas bahan pokok serta bahan makanan di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.

“Termasuk ketersediaan bahan-bahan pokok dan bahan makanan diminta untuk dijaga kestabilannya di tengah masyarakat yang akan merayakan Natal dan Tahun Baru,” tukasnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi peningkatan status Bibit Siklon 91S di Samudra Hindia barat daya Lampung telah menjadi Siklon Tropis Bakung sejak Jumat (12/12), pukul 19:00 WIB.

Baca Juga:Perkuat Ketahanan Pangan, Kabaharkam Polri Komjen Karyoto Pimpin Penanaman Jagung di IndramayuKawal Asta Cita Presiden Prabowo, Pemkab Indramayu Siapkan Lahan untuk Ketahanan Pangan

Hasil analisis BMKG, Siklon Tropis Bakung memiliki kecepatan angin maksimum 35 knot (65 km/jam) dengan tekanan di sekitar sistem mencapai 1000 hPa dan bergerak ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menjelaskan, meskipun pergerakan Siklon Tropis Bakung menjauhi wilayah Indonesia namun tetap dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca dan kondisi gelombang tinggi dalam satu hingga dua hari kedepan.

0 Komentar