RADARCIREBON.ID–Menjelang akhir tahun, sejumlah harga bahan pokok (sembako) di berbagai pasar tradisional yang ada di Kabupaten Kuningan, mengalami kenaikan yang cukup memberatkan konsumen.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai dan daging ayam. Di Pasar Kepuh Kuningan, harga cabai rawit merah atau cabai jablay adalah yang tertinggi di keluarga cabai-cabaian di pekan ketiga di bulan Desember ini.
Buktinya para para pedagang di Pasar Kepuh, Kuningan menjual cabai rawit merah dengan harga Rp80.000-90.000/kilogram.
Baca Juga:Tak Kantongi Izin PBG, Pemkab Kuningan Ancam Tinjau Ulang Operasional SPPGKuningan Bidik Prestasi Biliar! D’jons Pool Hadir Dengan 36 Meja Standar Turnamen
Sedangkan saudara kembarnya, cabai rawit hijau hanya dilepas pedagang antara Rp55.000-60.000/kg. Cabai Merah Rp50.000- 60.000/kg, cabai hijau Rp30.000-35.000/kg, cabai kriting merah Rp60.000-70.000 per kilogram, dan cabai kriting hijau hanya dijual diharga Rp30.000 per kilogramnya
Esih, salah seorang pedagang warung nasi mengakui jika cabai jablay dan daging ayam saat ini harganya masih cukup tinggi di pasar tradisional.
“Cabai rawit merah tadi pagi saya beli Rp85.000 untuk satu kilogramnya. Cabai jenis ini memang paling tinggi harganya dibanding jenis lainnya. Saya perkirakan harganya akan terus naik sampai mendekati tahun baru,” ujar wanita bertubuh subur tersebut, Senin (15/12/2025).
Pemilik warung masakan Sunda itu menerangkan bahwa harga daging ayam juga ikut naik. Sementara untuk daging sapi, kambing dan daging ayam kampung harganya masih stabil alias tidak ikut naik.
“Yang harganya masih tinggi itu daging ayam. Satu kilogramnya dijual antara Rp40.000-42.000. Daging sapi Rp125.000/kg, daging kambing Rp150.000/kg, daging ayam fillet Rp45.000-50.000/kilogram. Sedangkan daging ayam kampung Rp65.000-70.000/ekor,” tutur Esih diamini pedagang nasi uduk, Wati.
Selain cabai, harga daging ayam juga melambung tinggi. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp34 ribu/kg, kini menembus Rp42 ribu/kg. Kondisi ini membuat pedagang daging ayam kelimpungan karena pembeli semakin sepi.
“Harga ayam sekarang parah, mahal sekali. Normalnya Rp36 ribu/kg, sekarang Rp40 ribu sampai Rp42 ribu/kg. Sudah hampir satu minggu harganya nggak turun-turun. Dampaknya, penjualan turun hampir 30 persen, pembeli banyak yang mengeluh,” sebut Wati.
