Kecelakaan Laut Kembali Terjadi, 10 ABK Dilaporkan Hilang, 8 Selamat

Tim SAR
BRIFING SEBELUM MENCARI: Anggota Tim SAR saat berada di dalam kapal, melakukan briefing sebelum pencarian, Selasa (16/12/2025). Foto: ISTIMEWA
0 Komentar

INDRAMAYU – Gelombang tinggi di perairan Laut Jawa kembali menyebabkan kecelakaan laut. Kapal nelayan KM Putri Lancar Samudera B GT-14 dilaporkan tenggelam setelah diterjang ombak besar di perairan Kabupaten Indramayu, Senin (15/12) dini hari, sekitar pukul 02.00.

Peristiwa tersebut mengakibatkan seluruh awak kapal yang berjumlah 18 orang tercebur ke laut.

Hingga Selasa, 16 Desember 2025, upaya pencarian masih dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri atas Rescue Pos SAR Cirebon, RBB Bandung 03, dan KN SAR Setyaki 202.

Baca Juga:Ini Dia Curhata Shin Tae yong soal Pemain Timnas Indonesia Usai Gagal ke Piala Dunia 2026Pengamanan Nataru, Polres Indramayu Gelar Rakor Lintas Sektoral

Dari jumlah awak kapal, delapan orang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Sementara 10 lainnya masih belum ditemukan.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika kapal berangkat pada Minggu, 14 Desember 2025 dari Pelabuhan Eretan menuju lokasi penangkapan ikan.

Namun, saat berlayar, kapal dihantam gelombang besar hingga terbalik dan tenggelam.

“Insiden terjadi pada Senin (15/12/2025) sekitar pukul 02.00. Akibatnya, seluruh ABK terlempar ke laut,” ujar Ade, Selasa 16 Desember 2025.

KM Putri Lancar Samudera B GT-14 diketahui dinakhodai oleh Daspan, dengan membawa 17 ABK.

Setelah kapal tenggelam, para awak sempat terombang-ambing di laut sebelum sebagian dari mereka berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian.

Pada Senin, 15 Desember 2025 sekitar pukul 12.00, KM Surya Makmur berhasil mengevakuasi dua ABK dalam kondisi selamat. Sekitar 30 menit kemudian, kapal yang sama kembali menemukan dua ABK lainnya.

Baca Juga:Kemenag Gelar Story Telling Kitab Suci, Begini KisahnyaKuatkan Kerja Sama Daerah, Pemkab Indramayu Gelar Sosialisasi dan Evaluasi KSD

Selain itu, kapal cumi, Rahayu Jaya, turut membantu proses penyelamatan dengan menemukan tiga ABK pada Selasa, 15 Desember 2025 sekitar pukul 00.00, dan satu ABK lainnya pada pukul 06.30.

“Total korban selamat berjumlah delapan orang, sedangkan 10 orang masih dalam pencarian,” kata Ade.

Delapan ABK yang berhasil diselamatkan masing-masing bernama Budi, Asim, Ling, Waryono, Daspan, Darman, Warsim, dan Kasta.

Sementara 10 ABK yang masih dinyatakan hilang yakni H Lancam, Agus, Akim, Casim, Soglo, Iyus, Daud, Tasman, Darkum, dan Eri.

Sejak Senin (15/12) malam, Tim Rescue Pos SAR Cirebon dan RBB Bandung 03 telah dikerahkan ke lokasi kejadian.

Sementara KN SAR Setyaki 202 diberangkatkan menuju titik koordinat terakhir kapal atau Last Known Position (LKP) pada Selasa (16/12) pagi sekitar pukul 05.30. “Pencarian difokuskan pada empat sektor area pencarian,” jelas Ade.

0 Komentar