CIREBON – Sebanyak 50 warga yang memiliki balita mengikuti kegiatan pencegahan stunting yang digelar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Peserta terdiri atas nasabah PNM dan masyarakat setempat.
Pimpinan PNM Cabang Cirebon Erwin Syafriadi mengatakan, PNM secara aktif mendukung pemerintah daerah dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting melalui kolaborasi yang berkelanjutan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui program pemberdayaan yang menitikberatkan pada pemenuhan gizi dan edukasi kesehatan.
“PNM hadir mendukung Pemerintah Kota Cirebon melalui program pemberdayaan dengan fokus pada pemberian nutrisi dan edukasi kesehatan. Kami berharap intervensi ini memberi dampak nyata bagi tumbuh kembang balita,” ujar Erwin.
Baca Juga:SMARTFREN Perluas Jaringan 4G di Sleman, Dorong Gaya Hidup Sehat Lewat Fun Run 2025Haul Ki Gede Kalikoa Diisi Donor Darah dan Layanan Kesehatan Warga
Ia menegaskan, peran PNM tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), PNM mendorong pemberdayaan ekonomi ibu-ibu agar ketahanan ekonomi keluarga semakin kuat.
“Ketika ekonomi keluarga membaik, kemampuan memenuhi kebutuhan gizi anak juga ikut meningkat. Ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang kami,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, PNM Cabang Cirebon menyalurkan paket gizi dan sembako bagi balita dan ibu. Program ini merupakan bagian dari aksi sosial Cegah Stunting yang sebelumnya juga telah dilaksanakan PNM di sejumlah wilayah di Cirebon dan Kuningan.
Selain penyaluran bantuan, peserta memperoleh edukasi kesehatan melalui sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting yang disampaikan dokter Dinda Sayyidah LF dari RS Sumber Kasih Cirebon. Materi yang disampaikan meliputi pemenuhan gizi seimbang, pentingnya ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang tepat, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin melalui posyandu.
Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati mengapresiasi keterlibatan PNM dalam upaya percepatan penurunan stunting di daerah. Menurut dia, stunting merupakan persoalan serius yang berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Ini adalah upaya konkret yang kami dorong bersama. Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tetapi menyangkut kualitas generasi Kota Cirebon ke depan,” ujar Siti Farida.
Ia menekankan, penanganan stunting harus dilakukan sejak dini, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Karena itu, penurunan stunting menjadi prioritas pemerintah daerah dan membutuhkan dukungan seluruh pihak.
