Pelatih Asal Korea Selatan Pimpin Persebaya, Debut Kontra Borneo FC di GBT

Shin Sang-gyu
PIMPIN SEMENTARA: Shin Sang-gyu (kiri) menjadi pelatih sementara Persebaya Surabaya. Dia akan memimpin para pemain saat melawan Borneo FC, Sabtu (20/12). Foto: PERSEBAYAOFFICIAL
0 Komentar

SURABAYA – Persebaya Surabaya akan menjalani laga lanjutan Super League 2025/2026 melawan Borneo FC dengan kepemimpinan pelatih asal Korea Selatan, Sabtu (20/12). Sosok tersebut adalah Shin Sang-gyu, yang ditunjuk sebagai caretaker dan akan mendampingi tim dari sisi lapangan di Stadion Gelora Bung Tomo.

Penunjukan ini dilakukan karena Persebaya belum memiliki pelatih kepala definitif setelah resmi berpisah dengan Eduardo Pérez. Hingga saat ini, manajemen Green Force masih belum mengumumkan siapa pengganti pelatih asal Spanyol tersebut.

Selama masa transisi, tim kebanggaan Bonek sebenarnya ditangani oleh Uston Nawawi sebagai pelatih sementara. Uston yang sebelumnya menjabat asisten pelatih telah mendampingi tim selama kurang lebih satu bulan terakhir.

Baca Juga:Perkuat Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita, Dosen Polindra Dampingi Kader Posyandu BabadanKecelakaan Laut Kembali Terjadi, 10 ABK Dilaporkan Hilang, 8 Selamat

Sebagai mantan pemain Persebaya, Uston berupaya menjaga stabilitas tim di tengah situasi yang belum menentu. Ia mengaku belum mendapatkan informasi apa pun terkait rencana penunjukan pelatih kepala baru.

“Sampai sekarang saya belum berkomunikasi dengan manajemen soal pelatih baru,” kata Uston. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah mempersiapkan tim menghadapi laga berikutnya.

Meski berstatus caretaker, Uston tetap memikul tanggung jawab penuh dalam mempersiapkan tim. Setiap pertandingan dijadikan momentum untuk menjaga performa dan konsistensi Persebaya di Super League.

Di bawah arahan Uston Nawawi, Persebaya memang belum meraih kemenangan. Namun, Green Force juga belum tersentuh kekalahan sejak ditangani pelatih asal Sidoarjo tersebut.

Hingga pekan ke-13, Persebaya menempati posisi kesembilan klasemen sementara dengan koleksi 18 poin dari 13 laga. Pertandingan melawan Borneo FC sejatinya menjadi kesempatan memperbaiki posisi klasemen. Namun, pada laga ini Uston Nawawi dipastikan tidak dapat mendampingi tim dari pinggir lapangan.

Uston harus menjalani sanksi larangan mendampingi satu pertandingan akibat akumulasi kartu kuning yang diterimanya sebagai ofisial tim. Dua kartu kuning tersebut didapat saat laga melawan Persija Jakarta pada menit ke-39 dan Bhayangkara FC pada menit ke-89.

Sanksi ini merujuk pada regulasi resmi I.League mengenai akumulasi kartu bagi ofisial tim. Aturan tersebut tertuang dalam Pasal 55 tentang Kartu Kuning dan Kartu Merah, yang menyebutkan bahwa ofisial yang mengoleksi dua kartu kuning dalam pertandingan berbeda wajib menjalani larangan mendampingi satu laga berikutnya. Ketentuan tersebut juga berlaku untuk kelipatan akumulasi selanjutnya.

0 Komentar