BANDUNG – Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cirebon melaksanakan studi banding ke Binpres KONI Jawa Barat. Hal ini sebagai upaya memperkuat sistem pembinaan prestasi atlet di daerah.
Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat lantai 1 Kantor KONI Jawa Barat, Bandung, pada Selasa (30/12/2025), dan menjadi forum strategis untuk bertukar gagasan, pengalaman, serta praktik terbaik dalam pembinaan olahraga prestasi.
Studi banding ini bertujuan untuk menggali berbagai strategi dan program unggulan yang telah diterapkan oleh KONI Jawa Barat dalam membina atlet secara berkelanjutan. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak berdiskusi secara terbuka mengenai tantangan dan peluang pembinaan prestasi, khususnya dalam menghadapi tuntutan peningkatan kualitas atlet di tingkat daerah hingga nasional.
Baca Juga:Bantah Isu Pungli Bantuan Pangan, Pemdes Sukamelang, Warga, dan Bulog Beri PenjelasanPantau Arus Lalu Lintas di Jembatan Sewo, Polisi Imbau Pengendara Tidak Melempar Uang Koin
Salah satu poin utama yang dibahas adalah pentingnya pembinaan prestasi atlet yang terstruktur dan berkesinambungan. Program pembinaan tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis atlet, tetapi juga mencakup aspek pengawasan dan evaluasi yang sistematis, penguatan peran pengurus serta struktur organisasi, ketersediaan pendanaan dan fasilitas olahraga yang memadai, serta terjalinnya hubungan yang harmonis dan kolaboratif dengan masing-masing cabang olahraga (cabor).
Selain itu, forum ini juga menyoroti pentingnya metode pendekatan yang tepat dalam proses pembinaan atlet agar dapat berjalan secara optimal. Beberapa tahapan dan program yang direkomendasikan antara lain pelaksanaan tes dan pembinaan biomotorik untuk meningkatkan kondisi fisik atlet, pendampingan psikologi olahraga guna membangun mental juara dan daya juang yang kuat, serta penguatan model keterampilan atlet sesuai karakteristik cabang olahraga masing-masing. Tidak kalah penting, pelaksanaan tryout, uji tanding, maupun training camp dinilai sebagai bagian krusial dalam mengukur kesiapan atlet menghadapi kompetisi.
Seluruh program pembinaan tersebut diharapkan dapat berjalan selaras dengan kebijakan dan arah pembinaan yang ditetapkan oleh KONI, baik di tingkat kota maupun provinsi. Dalam konteks ini, transparansi menjadi salah satu isu penting yang mendapat perhatian khusus. Melalui penerapan sistem DESK (Data Evaluasi Strategi Kemenangan), kebutuhan atlet dapat dipetakan secara lebih akurat dan terukur, sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih objektif dan berbasis data.
