Angkat Budaya Mega Mendung, Mahasiswi IPB Cirebon Raih Juara Dunia Story Telling

Mahasiswi IPB Cirebon Siti Najmatul Muizzah Masruchin
BERPRESTASI : Mahasiswi IPB Cirebon Siti Najmatul Muizzah Masruchin berhasil menjadi 1st Runner Up Lomba Story Telling Internasional yang digelar oleh Universitas Teknokrat Indonesia, beberapa waktu lalu. FOTO: IPB CIREBON FOR RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID -Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Institut Pendidikan Budi Utomo (IPB) Cirebon di kancah internasional.

Siti Najmatul Mu’izzah Masruchin berhasil meraih 1st runner up kategori Story Telling dalam ajang The 3rd Teknokrat International Competition on Art and Education 2025 (TICAE 2025) yang digelar Fakultas Seni dan Pendidikan Universitas Teknokrat Indonesia, Bandar Lampung.

Kompetisi berskala internasional tersebut diikuti lebih dari 150 peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

Baca Juga:Malam Cinta Rasul Sambut Tahun Baru 2026Dukung Reformasi Birokrasi, Ini Pesan Bupati Cirebon saat Lantik 34 Pejabat Funsional

Dalam persaingan yang ketat, Siti Najmatul mampu tampil menonjol melalui kemampuan bercerita yang kuat, ekspresif, serta sarat pesan inspiratif.

Menariknya, proses persiapan yang dijalani terbilang singkat. Ia hanya memiliki waktu latihan sejak 28 November hingga 9 Desember 2025.

Keterbatasan waktu ini disebabkan oleh keterlibatannya dalam sejumlah agenda yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon.

Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya. Dengan strategi latihan yang intensif dan terarah, ia mampu tampil maksimal di hadapan dewan juri dan audiens internasional.

Dalam kompetisi tersebut, Siti Najmatul mengangkat tema “Speak to Inspire, Connect to Empower” dengan subtema pemberdayaan dan warisan budaya Mega Mendung di tahun 2050.

Melalui story telling, ia memadukan nilai-nilai budaya Cirebon dengan visi masa depan, sehingga pesan yang disampaikan terasa kuat, relevan, dan inspiratif.

Keberhasilan ini, menurutnya, tidak lepas dari dukungan banyak pihak. Mulai dari orang tua, lingkungan positif di UKM Simfoni Jiwa, hingga pembina sekaligus mentor story telling, Cici Situmorang.

Baca Juga:Catatan Akhir Tahun 2025 Kejari Cirebon, Selamatkan Uang Negara hingga Rp3,5 Miliar LebihKelurahan Sukapura Cirebon Diguyur Rp1 Miliar, Jadi Kelurahan Terbaik Tingkat Provinsi 2025 

Ia juga mengapresiasi dukungan rekan sekelasnya di 1B English Literature serta partner lombanya, Charmelia.

“Tanpa mereka yang selalu mendukung, memberi insight, dan inspirasi, saya mungkin tidak bisa tampil all out hingga meraih juara,” ujarnya.

Kedepan, Siti Najmatul berharap, dapat terus bertumbuh dan berkarya tanpa menjadikan kejuaraan sebagai tujuan akhir. Ia meyakini bahwa juara sejati adalah mereka yang tidak berhenti berproses, sekecil apa pun langkah yang diambil hari ini.

Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa daerah, khususnya dari Cirebon, mampu bersaing dan berprestasi di tingkat internasional dengan menjadikan budaya lokal sebagai kekuatan utama.

0 Komentar