Sementara itu, Rektor UGJ Prof Dr Ir Achmad Faqih SP MM mengapresiasi pelepasan sembilan mahasiswa FK UGJ tersebut. Ia menegaskan, program ini merupakan implementasi nyata visi UGJ menuju universitas berdaya saing global.
“Saya terus mendorong seluruh fakultas di UGJ untuk aktif menjalankan program internasional, tidak hanya ke Prancis dan Thailand, tetapi juga ke negara lain seperti Belanda,” ujarnya.
Rektor juga menekankan pentingnya seminar internasional sebagai program wajib di setiap fakultas. “Seminar internasional akan membuka peluang kolaborasi, termasuk publikasi ilmiah internasional yang berdampak bagi reputasi kampus,” tandasnya.
Baca Juga:Malam Cinta Rasul Sambut Tahun Baru 2026Dukung Reformasi Birokrasi, Ini Pesan Bupati Cirebon saat Lantik 34 Pejabat Funsional
Di tempat yang sama, Ketua YPSGJ Prof Dr Mukarto Siswoyo MSi menambahkan, pengiriman mahasiswa ke luar negeri merupakan mandat yayasan agar UGJ membangun jejaring internasional yang kuat.
“Mahasiswa dan civitas akademika harus berwawasan global, tetapi tetap bertindak lokal dan menjaga jati diri sebagai bangsa Indonesia,” katanya.
Ia juga berpesan kepada para mahasiswa agar mempersiapkan diri secara maksimal selama mengikuti perkuliahan di luar negeri.
Senada dengan itu, Wakil Rektor IV UGJ Dr Cita Dwi Rosita MPd menyebutkan, program student mobility ini merupakan hasil dari komitmen dan sinergi kuat antara yayasan dan pimpinan universitas.
“Program ini dirancang secara matang, bukan muncul tiba-tiba. Ini momentum penting bagi internasionalisasi UGJ,” pungkasnya. (abd)
