Penyerangan itu mengakibatkan runtuhnya Kerajaan Rajagaluh. Wilayah Rajagaluh kemudian berubah status menjadi bagian dari Kasultanan Cirebon.
Setelah perubahan kekuasaan, kawasan seperti Janawi berfungsi sebagai tempat syiar Islam. Para wali juga menggunakan kawasan tersebut sebagai tempat uzlah atau penyepian diri.
Pada umumnya, telaga suci yang disebut Jannavvi memiliki tanda berupa bunga padma atau teratai. Hanya masyarakat Payung menganggap keberadaan ganggang di telaga sebagai sesuatu yang pamali untuk disebut Dewi Gangga. Masyarakat setempat menyebutnya sebagai gulma.
