RADARCIREBON.ID – Desa Rancah, masuk dalam wilayah Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis. Dulu wilayah ini pernah menjadi bawahan Kasultanan Cirebon dan Gebang.
Sekarang ini desa besar ini membawahi 9 dusun. Dari Rancah Girang sampai Rancah Hilir. Bahkan lokasi desa tua ini, tak jauh dari Leuweung Gede. Salah satu hutan besar yang sejak dulu dikenal sebagai wilayah bukaan lama.
Dalam catatan sejarah, Rancah pernah di bawah Kasultanan Cirebon, kemudian Gebang, hingga pada tahun 1816 resmi menjadi bagian dari Galuh Imba Negara.
Baca Juga:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film ActionTransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon
Ketika Hindia Belanda membentuk Kewedanan, atau Divisi Rancah pada tahun 1825, Desa Rancah berdiri secara administratif.
Nama Rancah sendiri merujuk pada dataran rendah yang berada di Timur Ciamis. Daerah strategis yang sejak dulu menjadi jalur utama yang menghubungkan Banjar, Ciamis, Subang dan Kuningan.
Tak heran kalau Rancah selalu ramai. Karena sejak dulu daerah ini bukan hanya sekadar tempat tinggal, malainkan jalur hidup perdagangan dan pergerakan manusia.
Dan jejak itu seakan tercermin pada wajah Rancah sekarang. Salah satunya terlihat dari wajah kantor balai desanya. Bangunan yang berdiri megah, indah dan berwibawa.
Bukan hanya simbul administrasi, tapi desa tua ini tetap tumbuh dan tak mau tertinggal dengan zaman. Banyak yang kagum melihat desa tua ini. Jarang ada desa yang mampu menampilkan wibawa sejarah sekaligus kemajuan.
Rancah tidak dibangun dalam semalam. Dia tumbuh bersama sejarah dan kini berdiri dengan penuh percaya diri.
Bahkan, dari berbagai sumber sejarah menyebutkan jika usia Rancah lebih tua dibandingkan dengan Ciamis. Menurut sumber dari Distrik Rancah, daerah ini sebelumnya bernama Distrik Keppel. Terbentuk pada tahun 1840-an.
Baca Juga:KDM Siap Jemput 45 Warga Jabar yang Terjebak Banjir AcehKDM – PT KAI Jalin Kerjasama, Bakal Ada Kereta Api Tani Mukti Rute Cirebon – Jakarta
Sementara Ciamis baru dikenal tahun 1915. Karena sebelumnya Ciamis bernama Kabupaten Galuh. Setelah tahun tersebut baru dirubah namanya menjadi Ciamis.
Ada sumber lain yang menyebutkan, pada masa kerajaan, di Rancah telah berdiri kerajaan Galuh Rancah. Kerajaan ini berdiri pada tahun 1625. Letaknya di Citapen Rancah. Yang mendirikan adalah Prabu Gajah Cangong atau Putra Sareupeung Agung.
Kemudian pada tahun 1819, Gubernur Jenderal Belanda, GAG Ph Baron van Der Capellen pada tahun 1816-1826, mengabungkan beberapa wilayah menjadi Kabupaten Galuh. Wilayah tersebut adalah Kawali, Distrik Cijaya dan Rancah.
