RADARCIREBON.ID -Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon dimaknai dengan cara berbeda. Tak sekadar seremoni. Kemenag justru menurunkannya dalam aksi nyata.
Gerakan tanam pohon sebagai wujud dakwah lingkungan berbasis nilai keagamaan atau ekoteologis. Aksi penanaman pohon dilakukan secara simbolis di lingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Cirebon, Sabtu (3/1/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg, bersama jajaran PCNU Kabupaten Cirebon dan unsur Kemenag.
Baca Juga:Jadi Magnet Investasi Baru di Jabar, Kabupaten Cirebon Sudah Dilirik 18 Calon InvestorAngkat Budaya Mega Mendung, Mahasiswi IPB Cirebon Raih Juara Dunia Story Telling
Plt Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Cirebon, H Slamet SAg MPd menegaskan, HAB ke-80 dijadikan momentum untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan, bukan sekadar perayaan tahunan.
“Peringatan HAB tahun ini kami arahkan pada dua semangat utama, yaitu ekoteologis dan kepedulian terhadap persoalan banjir. Kemenag ingin ikut ambil bagian dalam menjaga lingkungan,” ujar Slamet kepada Radar Cirebon, di sela-sela penanaman pohon.
Sebagai bentuk komitmen, kata Slamet, Kemenag Kabupaten Cirebon juga mengubah tradisi karangan bunga ucapan HAB menjadi tanaman hidup.
Pohon-pohon yang terkumpul nantinya akan disalurkan ke pesantren dan madrasah yang memiliki lahan untuk penghijauan.
“Kami tidak menolak karangan bunga, tetapi mengajak untuk menggantinya dengan pohon. Nilainya jauh lebih panjang dan bermanfaat,” jelasnya.
Pada hari pertama pelaksanaan, tercatat sekitar 70 pohon berhasil dikumpulkan. Jumlah ini diperkirakan terus bertambah seiring meningkatnya partisipasi madrasah, KUA, dan lembaga di bawah naungan Kemenag Kabupaten Cirebon.
“Gerakan ini sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama yang salah satunya menitikberatkan pada penguatan nilai-nilai ekoteologis,” terangnya.
Baca Juga:Puskesos di Salah Satu Desa di Cirebon Disoal, Warga Datangi Kantor KecamatanGo Internasional! FK UGJ Cirebon Kirim 9 Mahasiswa ke Prancis dan Thailand, Ini Kampus Tujuannya
Menurutnya, kerusakan alam sebagian besar disebabkan oleh perilaku manusia. Karena itu, menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga kewajiban moral dan keagamaan.
Ia memastikan, program ekoteologis tidak berhenti pada momentum HAB ke-80, melainkan akan dijalankan secara berkelanjutan sebagai bagian dari program Kemenag.
“Bahkan sebelum HAB ini, kami sudah mulai menjalankan komitmen ekoteologis sesuai Asta Protas Kemenag,” katanya.
Sementara itu, Bupati Cirebon Drs H Imron MAg berharap di usia ke-80, Kementerian Agama semakin berperan aktif dalam membina masyarakat, baik dalam menjaga kerukunan umat beragama maupun meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
