Kebun Sawit di Cigobang Cirebon Disorot, Ketua DPRD Dorong Penggantian Tanaman Ramah Lingkungan

Kelapa Sawit Ganti jadi tanaman ramah lingkungan
TURUN LANGSUNG: Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dr Sophi Zulfia berdialog dengan warga Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, terkait keberadaan perkebunan sawit yang dikeluhkan warga. Humas DPRD For Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID– Keberadaan perkebunan kelapa sawit di kawasan perbukitan Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, menuai sorotan karena dinilai berpotensi merusak lingkungan dan mengganggu keseimbangan ekosistem, khususnya di wilayah rawan bencana.

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Dr Sophi Zulfia SH MH menegaskan kelapa sawit bukan komoditas unggulan daerah. Penanamannya di kawasan perbukitan dinilai berisiko menimbulkan dampak jangka panjang, mulai dari berkurangnya sumber air hingga kerusakan lingkungan di sekitar permukiman warga.

“Kelapa sawit bukan komoditas unggulan Kabupaten Cirebon. Karena itu, kami menolak keberadaan perkebunan sawit di kawasan ini. Sikap ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujar Sophi usai meninjau lokasi, Sabtu (3/1/2026).

Baca Juga:Memotret Malam Tahun Baru 2026 di Cirebon, Ternyata Tetap "Meledak", Warga: Kalau di Rumah Saja SepiAnggaran Tak Kuat, BRT Trans Cirebon Berhenti Beroperasi Mulai 1 Januari 2026

Menurutnya, dampak lingkungan akibat penanaman sawit kerap tidak langsung dirasakan, namun berpotensi menimbulkan persoalan serius di kemudian hari.

“Dampaknya mungkin tidak terasa sekarang, tetapi jika dibiarkan akan memicu masalah besar, terutama terkait ketersediaan air dan kelestarian lingkungan,” jelasnya di hadapan warga.

Sophi menekankan, penanganan persoalan tersebut harus dilakukan secara bijak dan tidak merugikan masyarakat. Salah satu langkah yang perlu ditempuh adalah memberikan edukasi kepada warga mengenai tanaman alternatif yang lebih ramah lingkungan namun tetap bernilai ekonomi.

Sebagai solusi, politisi PDI Perjuangan itu mendorong penggantian tanaman sawit dengan komoditas lain seperti kopi atau tanaman perkebunan yang sesuai dengan kondisi wilayah, mampu menjaga sumber air, dan tetap memberikan manfaat ekonomi.

“Harus ada tanaman pengganti yang sama-sama bernilai ekonomi, sehingga masyarakat tetap sejahtera tanpa merusak lingkungan,” tegasnya.

Ia menambahkan, proses alih komoditas perlu dilakukan melalui pendekatan kekeluargaan dengan pendampingan dari pemerintah daerah dan dinas terkait. DPRD, kata Sophi, siap memfasilitasi dan mengawal proses tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Dr Deni Nurcahya ST MSi melalui Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan, Durahman, menegaskan kelapa sawit tidak termasuk komoditas strategis maupun unggulan Kabupaten Cirebon.

Baca Juga:Prof Adang dari FLLAJ: BRT Cirebon Sejak Awal Keliru Ditempatkan Dalam Kerangka BisnisDisambut Ribuan Warga, Konser Dede April Sampai Buat Cirebon Timur Macet

“Kelapa sawit bukan komoditas unggulan daerah. Karena itu, kemunculannya di kawasan perbukitan Cigobang perlu ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” ujarnya.

0 Komentar