Kumpulkan Pedagang, Pemdes Lemahabang Kulon Siapkan 165 Kios Pasar Darurat

pasar darurat
GERAK CEPAT: Pemdes Lemahabang Kulon mengumpulkan para pedagang yang terdampak kebakaran dengan menyiapkan pasar darurat, kemarin. Foto: Pemdes Lemahabang Kulon for Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID -Pemerintah Desa (Pemdes) Lemahabang Kulon bergerak cepat pascakebakaran yang melanda Pasar Lemahabang Kulon.

Sebagai langkah pemulihan ekonomi, pemdes menyiapkan pembangunan pasar darurat untuk menampung para pedagang yang terdampak musibah tersebut.

Sedikitnya 165 kios pasar darurat akan dibangun dan diprioritaskan bagi pedagang yang losnya hangus terbakar.

Baca Juga:Jadi Magnet Investasi Baru di Jabar, Kabupaten Cirebon Sudah Dilirik 18 Calon InvestorAngkat Budaya Mega Mendung, Mahasiswi IPB Cirebon Raih Juara Dunia Story Telling

Rencana pembangunan ini dibahas dalam rapat antara pemerintah desa dan para pedagang yang digelar pada Sabtu (3/1).

Rapat tersebut membahas sejumlah hal penting, mulai dari teknis pembangunan, pendataan pedagang terdampak, hingga mekanisme penempatan kios sementara.

Pendataan dilakukan secara langsung untuk memastikan pedagang yang masih aktif berjualan dapat terakomodasi secara adil.

Kuwu Desa Lemahabang Kulon, Rudiyana mengatakan, dari total sekitar 210 los pasar yang terbakar, hasil pendataan sementara menunjukkan terdapat sekitar 185 pedagang yang masih aktif.

Sebagian pedagang diketahui memiliki lebih dari satu los, sehingga jumlah pedagang lebih sedikit dibanding jumlah los yang terdampak.

“Prioritas kami adalah pedagang yang benar-benar terdampak dan masih aktif berjualan. Pasar darurat ini diharapkan bisa membantu mereka kembali beraktivitas secepatnya,” ujar Rudiyana.

Pasar darurat tersebut rencananya akan dibangun di sekitar lokasi pasar yang terbakar dengan memanfaatkan sepanjang akses jalan menuju area pasar.

Baca Juga:Puskesos di Salah Satu Desa di Cirebon Disoal, Warga Datangi Kantor KecamatanGo Internasional! FK UGJ Cirebon Kirim 9 Mahasiswa ke Prancis dan Thailand, Ini Kampus Tujuannya

Kesepakatan ini diambil sebagai solusi cepat agar para pedagang tetap dapat berjualan sembari menunggu pembangunan pasar permanen.

“Saat ini kami fokus bagaimana menangani para pedagang yang terkena musibah agar tetap bisa berjualan kembali. Karena itu, pembangunan pasar darurat menjadi prioritas utama,” ungkapnya.

Terkait pendanaan, Rudiyana mengakui hingga saat ini pemdes belum memiliki rekanan atau pengembang khusus.

Namun, ada salah satu pedagang yang menunjukkan kepedulian dengan bersedia membantu permodalan pembangunan pasar darurat, agar roda perekonomian pedagang tidak terhenti pascakebakaran.

“Dari hasil pemetaan panitia, terdapat sekitar 165 kios pasar darurat dengan ukuran 2×3 meter. Jumlah tersebut cukup untuk menampung seluruh pedagang terdampak. Pedagang yang sebelumnya memiliki dua atau tiga los akan diberikan satu kios, yang terpenting semua bisa tertampung,” tuturnya.

0 Komentar