JAKARTA – Insiden meninggalnya seorang prajurit TNI Angkatan Darat (AD) kembali menjadi sorotan. Seorang prajurit muda dari Batalyon Infanteri (Yonif) 113/Jaya Sakti dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas di wilayah operasi perbatasan Indonesia–Papua Nugini. Menyikapi peristiwa tersebut, TNI AD menyatakan akan menangani kasus ini secara serius dan profesional.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya prajurit bernama Pratu Farkhan Sauqi Marpaung. Ia menegaskan bahwa almarhum merupakan prajurit yang tengah mengemban amanah negara di wilayah tugas strategis.
“Pimpinan TNI AD menaruh perhatian penuh terhadap kejadian ini,” ujar Donny saat memberikan keterangan kepada awak media, akhir pekan kemarin.
Baca Juga:Libur Nataru, Ribuan Warga Nikmati Mandi Salju di Pantai Balongan IndramayuUngkap Kasus Curanmor, Polisi Amankan 3 Tersangka dan 7 Unit Sepeda Motor
Menurut Donny, setelah menerima laporan terkait insiden yang menimpa Pratu Farkhan, TNI AD langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan pengamanan internal dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Proses penelusuran dilakukan untuk memeroleh gambaran utuh mengenai kejadian yang sebenarnya.
“Seluruh fakta akan dikaji secara objektif melalui mekanisme penyelidikan yang berlaku di lingkungan militer,” jelasnya.
Perwira tinggi TNI AD tersebut menegaskan bahwa institusinya berkomitmen menegakkan disiplin dan aturan secara konsisten. Setiap tindakan yang menyimpang dari ketentuan, terlebih jika berdampak fatal, tidak akan dibiarkan tanpa pertanggungjawaban hukum.
“Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran disiplin maupun hukum militer, maka sanksi akan diberikan sesuai peraturan yang berlaku,” tegas Donny.
Selain fokus pada penanganan kasus, TNI AD juga memastikan perhatian dan pendampingan terhadap keluarga almarhum. Donny menegaskan bahwa proses pengungkapan peristiwa ini akan dilakukan secara terbuka dan bertanggung jawab demi menjaga kepercayaan publik.
“Pimpinan TNI AD berkomitmen menyelesaikan persoalan ini secara transparan dan profesional, sebagai bentuk tanggung jawab kepada keluarga prajurit dan untuk menjaga kehormatan institusi,” pungkasnya. (net)
