Waduh! Sawah di Kota Cirebon Terancam Punah, Tersisa 93 Hektare

Sawah di Kota Cirebon Terancam Punah
NYARIS PUNAH:  Lahan pertanian sawah di Jalan Swasembada, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, terancam hilang akibat alih fungsi lahan menjadi perumahan. Tercatat, sawah di Kota Cirebon kini tersisa 93 hektare. Minggu (4/1/2026). Foto: Abdulllah/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID– Di tengah gencarnya kampanye swasembada pangan nasional, luas lahan pertanian di Kota Cirebon justru terus menyusut. Data terbaru mencatat, lahan sawah di Kota Cirebon kini hanya tersisa 93 hektare, turun dari sebelumnya lebih dari 100 hektare.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon, Elmi Masruroh, mengakui penyusutan lahan pertanian tersebut. Menurutnya, alih fungsi lahan menjadi salah satu faktor utama berkurangnya luas sawah di wilayah perkotaan.

“Data terakhir, lahan sawah di Kota Cirebon tersisa 93 hektare,” ujar Elmi kepada Radar Cirebon.

Baca Juga:Memotret Malam Tahun Baru 2026 di Cirebon, Ternyata Tetap "Meledak", Warga: Kalau di Rumah Saja SepiAnggaran Tak Kuat, BRT Trans Cirebon Berhenti Beroperasi Mulai 1 Januari 2026

Untuk mencegah kepunahan lahan pertanian, pemerintah daerah menyiapkan program Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Program ini bertujuan melindungi sawah yang masih ada agar tidak beralih fungsi.

Elmi menjelaskan, dari lima kecamatan di Kota Cirebon, hanya tiga kecamatan yang masih memiliki lahan sawah, yakni Kecamatan Harjamukti, Kesambi, dan Lemahwungkuk.

Sementara itu, Kecamatan Pekalipan dan Kejaksan sudah tidak memiliki sawah dan lebih mengembangkan pertanian perkotaan (urban farming), seperti kelompok wanita tani (KWT) dengan komoditas hortikultura.

Ia juga menyebut, rata-rata kehilangan lahan sawah di Kota Cirebon mencapai 5–6 hektare per tahun. Kondisi tersebut diperparah dengan karakter Kota Cirebon sebagai kota perdagangan dan jasa, serta tingginya harga tanah, sehingga pemilik lahan enggan mempertahankan sawahnya.

Terkait produktivitas, Elmi menjelaskan indeks pertanaman (IP) di Kota Cirebon berada pada kisaran IP1 hingga IP2, atau satu hingga dua kali tanam dalam setahun. Dari luas sawah yang ada, total produksi padi hanya sekitar 900 ton per tahun.

“Jumlah itu sangat kecil. Jika dibagi untuk kebutuhan masyarakat Kota Cirebon, hasil panen tersebut hanya cukup sekitar lima hari,” pungkasnya. (abd)

0 Komentar