SURABAYA – Persebaya Surabaya resmi memasuki babak baru dengan menunjuk Bernardo Tavares sebagai pelatih kepala. Pelatih asal Portugal itu dijadwalkan melakoni laga perdananya bersama Green Force saat menghadapi Malut United di Stadion Gelora Bung Tomo pada 10 Januari 2026 mendatang.
Tavares ditunjuk untuk menggantikan Eduardo Perez yang harus meninggalkan kursi pelatih pada pertengahan November 2025 lalu. Kehadirannya diharapkan mampu membawa Persebaya kembali bersaing di jalur papan atas klasemen Super League pada putaran kedua musim ini.
Namun, Tavares menyadari tantangan yang dihadapinya tidak ringan. Persaingan di empat besar klasemen saat ini diisi oleh tim-tim kuat seperti Borneo FC, Persija Jakarta, Persib Bandung, hingga Malut United, yang semuanya tampil konsisten.
Baca Juga:Ada 109 Personel Polres Indramayu Naik Pangkat, Ini Respon KapolresKuwu Terpilih Sukasari Meninggal Dunia Sebelum Dilantik, Ini Kata DPMD Indramayu
Ia juga memahami besarnya harapan yang dibebankan kepadanya. Menurut Tavares, hal tersebut sangat wajar, mengingat, Persebaya merupakan klub besar dengan sejarah panjang di sepak bola Indonesia. Meski demikian, ia menyoroti kebiasaan klub yang kerap melakukan pergantian pelatih dalam waktu singkat.
“Persebaya akan memasuki usia 100 tahun musim depan, memiliki basis suporter yang sangat besar, dan mampu menarik hingga 40 ribu penonton jika berprestasi. Namun, kondisi tim beberapa tahun terakhir kurang stabil karena sering terjadi pergantian pelatih,” ujar Tavares kepada media Portugal, Renascenca.
Mantan pelatih PSM Makassar itu pun secara terbuka menjelaskan alasan dirinya menerima tantangan melatih Persebaya, meski klub peraih dua gelar Liga Indonesia tersebut dikenal sering berganti nahkoda.
“Saya menyukai tantangan. Untuk sisa musim ini, ibaratnya saya tidak memiliki banyak bahan untuk membuat hidangan terbaik. Jadi saya akan memaksimalkan apa yang ada, memilih yang terbaik, dan melihat siapa saja yang bisa dipertahankan musim depan agar performa tim meningkat,” jelasnya.
Tavares juga memaparkan langkah-langkah yang akan ia lakukan untuk membawa perubahan positif di internal tim Bajol Ijo.
“Saya akan membenahi semuanya, mulai dari mengevaluasi pemain, melihat potensi dari tim usia muda, menjalankan pencarian bakat yang lebih efektif, dan berusaha mengakhiri musim di papan atas. Kita lihat apakah saya bisa membawa perubahan nyata bagi tim ini,” tegasnya.
