Dengan rencana tersebut, Tavares optimistis Persebaya dapat meraih hasil yang lebih baik pada musim berikutnya jika semua berjalan sesuai harapan.
“Musim depan, target utama kami adalah bersaing di posisi teratas dan membidik gelar juara Super League,” tambahnya.
Meski berharap dapat menjalani kontraknya bersama Persebaya selama sekitar dua setengah tahun, Tavares memahami risiko besar dalam dunia kepelatihan, terutama jika hasil tidak sesuai ekspektasi manajemen dan suporter.
Baca Juga:Ada 109 Personel Polres Indramayu Naik Pangkat, Ini Respon KapolresKuwu Terpilih Sukasari Meninggal Dunia Sebelum Dilantik, Ini Kata DPMD Indramayu
“Dalam sepak bola, segalanya bisa berubah dengan cepat. Di Indonesia, proyek sepak bola sering kali kurang terstruktur, salah satunya terlihat dari kebiasaan mengganti pelatih. Persebaya pun bisa diibaratkan sebagai ‘kuburan pelatih’, karena jika target tidak tercapai, pelatih bisa diberhentikan di tengah musim,” tuturnya.
Pada bulan Januari ini, Tavares akan memimpin Persebaya dalam dua pertandingan Super League, yakni menjamu Malut United pada 10 Januari dan melakoni laga tandang ke markas PSIM Yogyakarta pada 25 Januari. (net)
