RADARCIREBON.ID -Sore hari di Stadion Watubelah kini terasa berbeda. Langkah kaki masyarakat yang berlari berpadu dengan suara tawa masyarakat yang berolahraga. Stadion yang dulu kerap dipandang sebelah mata, perlahan berubah menjadi ruang harapan baru bagi kebangkitan olahraga Kabupaten Cirebon.
Perubahan itu tak lepas dari upaya serius Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cirebon yang tengah menata Stadion Watubelah sebagai episentrum atau pusat olahraga daerah.
Penataan secara perlahan ini diproyeksikan bukan hanya sebagai tempat latihan atlet, tetapi juga ruang publik yang ramah bagi masyarakat untuk berolahraga.
Baca Juga:Aksi Nyata Kemenag Cirebon, Gaungkan Dakwah Ekoteologis lewat Gerakan Tanam PohonLibur Tahun Baru, Polres Cirebon Kota Pastikan Keamanan Objek Wisata
Ketua KONI Kabupaten Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman menegaskan, penataan Stadion Watubelah merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan prestasi olahraga sekaligus memasyarakatkan olahraga.
“Stadion Watubelah kita siapkan sebagai pusat pembinaan. Atlet bisa berlatih lebih fokus, terpantau, dan masyarakat juga bisa merasakan manfaatnya. Prestasi dan budaya olahraga harus berjalan beriringan,” ujar Agus Kurniawan Budiman yang akrab disapa Jigus, Minggu (4/1/2026).
Langkah tersebut menjadi semakin relevan seiring persiapan Kabupaten Cirebon menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.
Stadion Watubelah direncanakan menjadi lokasi Training Centre (TC) bagi sejumlah cabang olahraga yang telah lolos babak kualifikasi.
Namun, dampak penataan stadion ini tak hanya dirasakan atlet. Masyarakat pun mulai merasakan perubahan nyata.
Rudi (34), warga yang sedang berolahraga di Stadion Watubelah, mengaku kini lebih sering datang ke stadion untuk berolahraga. Menurutnya, kondisi stadion sudah jauh lebih nyaman dibandingkan sebelumnya.
“Sekarang lebih enak. Halaman mulai tertata, suasananya juga hidup. Pagi banyak yang jogging, sore ada atlet latihan. Jadi kita ikut semangat olahraga,” kata Rudi.
Baca Juga:IKA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar Jalan Santai, Siapkan Hadiah UmrahKumpulkan Pedagang, Pemdes Lemahabang Kulon Siapkan 165 Kios Pasar Darurat
Hal senada disampaikan Anisa (27), warga Kecamatan Sumber, yang rutin berolahraga di Stadion Watubelah bersama teman-temannya.
Ia menilai, stadion kini tidak hanya menjadi milik atlet, tetapi juga ruang aman dan nyaman bagi masyarakat umum.
“Dulu kesannya stadion cuma buat event tertentu. Sekarang beda, lebih terbuka. Kita olahraga jadi lebih nyaman dan merasa aman,” tuturnya.
