MANCHESTER – Posisi Ruben Amorim sebagai manajer Manchester United (MU) tengah berada dalam situasi tidak menentu. Hubungan yang dikabarkan merenggang antara pelatih asal Portugal tersebut dengan Direktur Sepak Bola United, Jason Wilcox, disebut menjadi faktor utama yang mengancam kelangsungan kariernya di Old Trafford.
Masalah bermula dari perbedaan pandangan terkait kebijakan transfer pemain. Amorim awalnya percaya klub akan menggelontorkan dana besar pada bursa transfer Januari demi mendatangkan pemain bintang. Namun, harapan itu pupus setelah Wilcox menyampaikan adanya perubahan arah kebijakan, yang disebut-sebut merupakan keputusan di bawah kewenangan CEO Manchester United, Omar Berrada.
Situasi tersebut membuat Amorim kecewa. Pelatih yang mulai menangani Setan Merah sejak November 2024 itu merasa, dukungan klub tidak sesuai ekspektasi. Padahal, sebelumnya Sir Jim Ratcliffe selaku pengendali kebijakan sepak bola United, sempat menjanjikan waktu hingga tiga tahun bagi Amorim untuk membangun tim. Kini, kepercayaan internal klub terhadap kapasitas mantan pelatih Sporting Lisbon itu mulai goyah.
Baca Juga:Ada 109 Personel Polres Indramayu Naik Pangkat, Ini Respon KapolresKuwu Terpilih Sukasari Meninggal Dunia Sebelum Dilantik, Ini Kata DPMD Indramayu
Tanda-tanda keraguan manajemen sebenarnya sudah terlihat sebelum Amorim melontarkan pernyataan keras usai laga imbang 1-1 melawan Leeds United, Minggu (4/1). Dalam konferensi pers, Amorim menegaskan statusnya sebagai “manajer”, bukan sekadar “pelatih”. Ia bahkan memberi sinyal bisa meninggalkan klub setelah kontraknya berakhir dalam 18 bulan ke depan.
Salah satu sumber konflik lainnya berkaitan dengan nasib gelandang muda Kobbie Mainoo. Pihak klub menolak menjual pemain tersebut meski Amorim belum menjadikannya bagian penting dalam skema permainan. Manajemen menilai, Mainoo merupakan aset jangka panjang yang harus dipertahankan, terlepas dari siapa pun pelatih Manchester United nantinya.
Keraguan Amorim juga tercermin dari komentarnya mengenai sistem 3-4-3 yang ingin ia terapkan. Menurutnya, formasi tersebut membutuhkan dukungan finansial besar dan waktu yang panjang.
“Saya merasa untuk menjalankan 3-4-3 dengan ideal, dibutuhkan dana besar dan kesabaran. Sekarang saya mulai sadar itu mungkin tidak akan terwujud,” ujar Amorim seperti dikutip The Guardian, Senin (5/1).
Sikap Amorim yang dinilai emosional turut memperburuk posisinya di mata manajemen. Sebaliknya, Jason Wilcox dikabarkan mendapat dukungan penuh dari Omar Berrada. Ketegangan memuncak setelah Amorim secara terbuka melontarkan kritik terhadap departemen pencari bakat dan direktur olahraga dalam konferensi pers di Elland Road, dengan meminta mereka bekerja lebih maksimal.
