RADARCIREBON.ID – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon mencatat sebanyak 156 peristiwa kebakaran terjadi sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, kebakaran permukiman dan lahan terbuka masih menjadi kasus yang paling dominan.
Kepala Bidang Penyelamatan dan Sarana Prasarana Disdamkarmat Kabupaten Cirebon, Eno Sujana menjelaskan, kebakaran bangunan rumah menjadi jenis kejadian terbanyak dengan 45 kasus. Selanjutnya, kebakaran lahan, sampah, dan alang-alang tercatat sebanyak 44 kasus.
Selain itu, terdapat 21 kasus kebakaran pabrik, 18 kebakaran bangunan toko, serta 18 kebakaran fasilitas umum.
Baca Juga:Aksi Nyata Kemenag Cirebon, Gaungkan Dakwah Ekoteologis lewat Gerakan Tanam PohonLibur Tahun Baru, Polres Cirebon Kota Pastikan Keamanan Objek Wisata
Sementara kebakaran kendaraan tergolong relatif rendah, masing-masing 5 kasus untuk kendaraan roda dua dan roda empat.
“Dominasi kebakaran rumah menunjukkan masih tingginya risiko kebakaran rumah tangga yang dipicu aktivitas sehari-hari masyarakat,” ujar Eno, Senin (5/1/2026).
Berdasarkan waktu kejadian, Disdamkarmat mencatat lonjakan kebakaran signifikan pada musim kemarau. Bulan Juli dan September 2025 menjadi periode paling rawan, masing-masing dengan 26 kejadian kebakaran.
Selanjutnya, Oktober mencatat 19 kasus, Agustus 15 kasus, dan Mei 14 kasus. Adapun jumlah kebakaran paling sedikit terjadi pada Desember dengan 3 kasus dan November sebanyak 5 kasus.
Eno menyebut, lonjakan kebakaran pada periode Juli hingga September didominasi oleh kebakaran lahan dan sampah yang mudah terbakar akibat cuaca kering.
Secara khusus, pada periode Januari hingga Juli 2025, tercatat 88 kejadian kebakaran, dengan bulan Juli sebagai bulan paling rawan.
Pada periode tersebut, kebakaran rumah mencapai 27 kejadian, kebakaran lahan kosong atau alang-alang 17 kejadian, kebakaran bangunan toko dan fasilitas umum masing-masing 13 kejadian, kebakaran pabrik 11 kejadian, serta kebakaran kendaraan roda empat dan roda dua masing-masing 4 dan 3 kejadian.
Baca Juga:IKA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar Jalan Santai, Siapkan Hadiah UmrahKumpulkan Pedagang, Pemdes Lemahabang Kulon Siapkan 165 Kios Pasar Darurat
Meski demikian, Eno mengungkapkan bahwa secara keseluruhan jumlah kebakaran pada 2025 menurun signifikan dibandingkan tahun 2024.
Pada 2024 lalu, jumlah kebakaran di Kabupaten Cirebon tercatat mencapai 337 kejadian, sementara pada 2025 hanya 156 kejadian.
Penurunan tersebut, menurut Eno, tidak terlepas dari datangnya musim hujan lebih awal dengan curah hujan yang lebih tinggi, sehingga mampu menekan potensi kebakaran, khususnya kebakaran lahan dan alang-alang.
“Musim hujan yang datang lebih cepat cukup berpengaruh terhadap menurunnya kejadian kebakaran di tahun 2025, terutama kebakaran lahan dan sampah,” katanya.
