Penangkapan Maduro oleh AS Dinilai Penculikan

Penangkapan Maduro oleh AS Dinilai Penculikan
Ilustrasi Pengkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh militer Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump memicu keguncangan global. 
0 Komentar

Washington juga membuka kemungkinan penggunaan prinsip Yurisdiksi Universal, dengan alasan kejahatan Maduro—mulai dari penyiksaan hingga kejahatan terhadap kemanusiaan—tergolong kejahatan berat yang memungkinkan penangkapan di mana pun.

*Upaya “Memutihkan” Operasi

Untuk meredam tudingan penculikan, Amerika Serikat bergerak cepat mendorong pembentukan Pemerintahan Transisi Venezuela. WION mencatat, jika pemerintahan baru tersebut memberikan persetujuan retroaktif atas operasi AS—seperti yang dilakukan Panama pada 1990—maka tindakan yang semula dianggap penculikan dapat berubah menjadi ekstradisi kooperatif secara hukum.

Presiden Donald Trump menegaskan AS akan memimpin proses transisi kekuasaan yang “aman, tepat, dan bijaksana” demi kepentingan rakyat Venezuela.

*Serangan Militer dan Detik-Detik Penangkapan

Baca Juga:Memotret Malam Tahun Baru 2026 di Cirebon, Ternyata Tetap "Meledak", Warga: Kalau di Rumah Saja SepiAnggaran Tak Kuat, BRT Trans Cirebon Berhenti Beroperasi Mulai 1 Januari 2026

Sabtu malam, 3 Januari 2026, menjadi salah satu hari paling kelam bagi Venezuela. Serangan udara, darat, dan laut Amerika Serikat menghantam jantung Ibu Kota Caracas. Trump menyebut operasi itu sebagai respons atas tuduhan narkoterorisme yang dialamatkan kepada rezim Maduro.

Menurut Trump, penangkapan dilakukan tengah malam setelah sistem kelistrikan Caracas dilumpuhkan. Pasukan elit Delta Force AS menyerbu kompleks militer Ft Tiuna dan menangkap Maduro serta istrinya, Cilia Flores, dalam operasi yang berlangsung kurang dari 30 menit.

Keduanya ditangkap dengan pengamanan ketat, mata dan tangan terikat, lalu dievakuasi ke pangkalan militer AS sebelum diterbangkan ke Amerika Serikat.

*Proses Hukum di Amerika Serikat

Trump menyatakan Maduro dan Flores telah didakwa di Pengadilan Distrik Selatan New York atas tuduhan terorisme narkoba internasional.

Dakwaan yang dibuka ke publik oleh Jaksa Agung AS Pam Bondi menyebut Maduro berada di puncak pemerintahan yang korup dan tidak sah, serta memanfaatkan kekuasaan negara untuk mengimpor berton-ton kokain ke Amerika Serikat selama puluhan tahun.

Selain Maduro dan istrinya, dakwaan juga menjerat sejumlah pejabat tinggi Venezuela, termasuk Diosdado Cabello dan Ramón Rodríguez Chacín, serta pemimpin geng Tren de Aragua.

*Venezuela Bergejolak

Pasca-serangan, warga Caracas dilaporkan panik. Jalan-jalan dipenuhi puing bangunan, kendaraan rusak, dan serpihan yang diduga pecahan rudal. Ketidakpastian politik memicu kecemasan luas mengenai siapa yang akan memimpin negara tersebut.

0 Komentar