RADARCIREBON.ID -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon meluruskan kabar terkait 22 pegawainya yang tercatat tidak hadir usai libur Tahun Baru 2026.
Ketidakhadiran tersebut bukan tanpa alasan, melainkan dipicu tingginya aktivitas penanganan bencana di lapangan.
Kepala BPBD Kabupaten Cirebon, Ikin Asikin menjelaskan, saat ini wilayah Cirebon tengah memasuki musim rawan bencana.
Baca Juga:Aksi Nyata Kemenag Cirebon, Gaungkan Dakwah Ekoteologis lewat Gerakan Tanam PohonLibur Tahun Baru, Polres Cirebon Kota Pastikan Keamanan Objek Wisata
Sejumlah kejadian, seperti pohon tumbang dan gangguan alam lainnya, menuntut personel BPBD untuk lebih banyak berada di lapangan dibandingkan di kantor.
“BPBD ini memang sering terkendala ketika ada kejadian di lapangan. Kebetulan sekarang musim hujan yang tidak lepas dari bencana. Pohon tumbang dan kejadian lain itu butuh penanganan cepat,” ujar Ikin kepada Radar Cirebon, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, sebagian pegawai yang tercatat tidak hadir sejatinya baru menyelesaikan tugas lapangan hingga dini hari.
Dari 22 pegawai tersebut, sebagian besar tengah menjalani waktu istirahat (off) setelah menjalankan tugas piket. “Kemarin ada yang selesai tugas. Sementara yang piket tetap hadir,” jelasnya.
Ikin juga menegaskan, sistem kerja di BPBD tidak bisa disamakan dengan perangkat daerah lain. Ia menjelaskan, BPBD menerapkan pola kerja shift dengan pengaturan on dan off, mengingat karakter tugas yang bersifat darurat dan tidak mengenal waktu.
“Perhitungan kehadiran itu dilakukan BKPSDM secara keseluruhan. Padahal di BPBD ada pengaturan khusus. Misalnya pegawai rumahnya di Suranenggala, terjadi pohon tumbang atau lainnya, maka langsung di eksekusi di lapangan,” katanya.
Sementara, sidak dari BKPSDM dilakukan 07.30 pagi. Artinya, rentang waktu untuk ke kantor dengan kondisi di lapangan tidak ketemu.
Baca Juga:IKA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar Jalan Santai, Siapkan Hadiah UmrahKumpulkan Pedagang, Pemdes Lemahabang Kulon Siapkan 165 Kios Pasar Darurat
Saat ini, BPBD Kabupaten Cirebon memiliki sekitar 25 personel lapangan. Meski sebagian sedang off, mereka tetap siap dipanggil kapan saja jika terjadi bencana.
“Setiap hari yang standby di kantor hanya sekitar lima orang. Tapi personel lapangan tetap siaga, meski sedang off,” ungkapnya.
Kedepan, BPBD berencana mengajukan pengaturan jam kerja khusus kepada BKPSDM agar sistem kerja kedaruratan yang diterapkan BPBD dapat dipahami dan disesuaikan secara administratif.
