INDRAMAYU – Dalam upaya mengurangi risiko bencana saat musim hujan, Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu memperkuat pemantauan terhadap titik-titik tanggul Sungai Cimanuk yang rawan kritis. Kegiatan ini dilakukan pekan lalu. Kasi Trantibum Kecamatan Sukagumiwang, Dedi Nurhadi bersama staf melakukan peninjauan langsung ke tanggul di Desa Gedangan, yang dilaporkan kembali mengalami amblas.
“Sebagai langkah preventif, kami rutin melakukan monitoring tanggul kritis. Saat ini curah hujan cukup tinggi, dan Sungai Cimanuk sering meluap, salah satunya di Desa Gedangan yang baru saja amblas,” ujar Dedi.
Setelah meninjau lokasi, Pemcam Sukagumiwang berencana mengajukan surat permohonan revitalisasi tanggul ke Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWS Cimancis). Hal ini dimaksudkan agar penanganan terhadap kondisi tanggul dapat segera dilakukan.
Baca Juga:Ada 109 Personel Polres Indramayu Naik Pangkat, Ini Respon KapolresKuwu Terpilih Sukasari Meninggal Dunia Sebelum Dilantik, Ini Kata DPMD Indramayu
“Jumlah titik rawan tersebar di Desa Bondan, Gunungsari, Sukagumiwang, Gedangan, dan Tersana. Tersana sudah ditangani melalui revitalisasi. Sekarang kami akan mengajukan permohonan revitalisasi di Desa Gedangan karena kondisinya sudah sangat kritis dan rawan,” jelas Dedi.
Selain pemantauan fisik, Pemcam Sukagumiwang juga gencar memberikan imbauan kepada masyarakat, terutama warga yang tinggal di dekat Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk, untuk tetap waspada ketika sungai meluap. Warga juga diminta melaporkan apabila ada tanggul yang amblas atau tergerus arus sungai.
Dedi menambahkan, masyarakat juga diingatkan untuk berhati-hati terhadap hujan deras disertai angin kencang. Warga dan pemerintah desa dihimbau memangkas pohon-pohon besar di dekat rumah atau jalan desa yang berpotensi tumbang, sehingga dapat meminimalkan risiko bahaya.
“Semua pihak perlu meningkatkan kewaspadaan. Tanggul Sungai Cimanuk di lima desa akan terus kita pantau, dan titik-titik kritis akan diajukan ke BBWS untuk direvitalisasi, agar warga merasa lebih aman,” pungkas Dedi. (oni)
