Walaupun Bikin Boncos Kas Daerah, KDM Sempat Beri Usulan untuk ‘Proyek Mati’ Bandara Kertajati

BIJB Tiap tahun bebani apbd jabar, mewah tapi hampa
SEPI: Kondisi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Rabu (12/11/2025). Saat ini hanya ada satu penerbangan internasional dengan rute Singapura. Meski sudah ditopang akses Tol Cisumdawu, BIJB tak menjadi pilihan. Apalagi sebagian rute penerbangan di Bandara Husein Sastranegara Bandung sudah diaktifkan kembali. Foto: Baehaqi/Radar Majalengka
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ingin sekali menyetop biaya operasional Bandara Kertajati. Sebab, bandara yang berada di Kabupaten Majalengka ini, salah satu yang membikin boncos keuangan Pemprov Jabar.

Namun demikian, sosok yang akrab disapa KDM ini pernah memberikan beberapa usulan untuk meramaikan Bandara Internasional Jawa Barat ini.

Usulan tersebut dia sampaikan saat ground breaking Kawasan Aerospace Park Kertajati dan Hanggar Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO), 31 Desember 2025 lalu.

Baca Juga:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film ActionTransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon

Usulan-usulan itu disampaikan KDM di hadapan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono dab Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy.

Sepinya BIJB Kertajati ini memang terus menjadi sorotan KDM. Dia pun pernah mengusulkan langkah revolusioner untuk menghidupkan bandara yang seharusnya terbesar nomor dua di Indonesia ini.

KDM pun sempat menyebut Bandara Kertajati sebagai “proyek mati”. Baginya, menghidupkan bandara ini merupakan salah satu tantangan terberatnya.

Bahkan, kata KDM, menangani Bandara Kertajati lebih berat dibandingkan dengan menangani masalah tata ruang di Bekasi dan Karawang. Untuk menarik minat maskapai dan penumpang ke Kertajati, memerlukan sinergi yang luar biasa besar antara pusat dan daerah.

“Salah satu tugas saya sebagai gubernur yang perlu pemikiran, gagasan, lobi, dan kemampuan bicara dengan berbagai pihak adalah menghidupkan Kertajati. Ini menurut saya paling berat,” ungkap KDM

Usulan paling mencolok yang dilontarkan KDM adalah pemindahan pusat industri pertahanan, PT Dirgantara Indonesia (PTDI), dari Bandung ke kawasan Kertajati. Pemindahan ini secara ekonomi sangat menguntungkan karena perbedaan nilai aset tanah antara Bandung dan Majalengka sangat besar.

Selisih nilai tanah tersebut, lanjut KDM, bisa digunakan untuk biaya pembangunan fasilitas baru yang lebih modern, tanpa harus membebani APBN secara berlebih. KDM berargumen, keberadaan industri militer akan memberikan rasa aman dan daya tarik luar biasa bagi investor manufaktur lainnya.

Baca Juga:KDM Siap Jemput 45 Warga Jabar yang Terjebak Banjir AcehKDM – PT KAI Jalin Kerjasama, Bakal Ada Kereta Api Tani Mukti Rute Cirebon – Jakarta

Selain industri pertahanan, KDM menawarkan dua langkah konkret lainnya untuk memastikan Kertajati tidak lagi hanya menjadi tempat “bancakan” atau makan siang warga lokal di hari Minggu.

0 Komentar