Berulang Kali Banjir, Warga Mundu Berharap Ada Penanganan Jangka Panjang

Lumpur Tebal di Mundu Akibat Banjir
BERSIH-BERSIH: Warga Perumahan Grand Firdaus 3 Banjarwangunan, Kecamatan Mundu, membersihkan rumah dan jalan umum dari lumpur tebal akibat banjir, Selasa (6/1/2025). Foto: Khoirul Anwarudin/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Cirebon dan sekitarnya masih didominasi hujan ringan hingga berawan pada awal Januari 2026. Pola cuaca ini diperkirakan berlangsung selama beberapa hari ke depan, seiring masih aktifnya pembentukan awan hujan di wilayah Jawa Barat bagian timur.

Forecaster Stasiun Meteorologi Kertajati, Dyan Anggraini menjelaskan bahwa di wilayah Cirebon dan sekitarnya akan didominasi dengan hujan ringan hingga sedang diperkirakan turun hampir tiap hari. Terutama pada sore hingga malam hari.

“Untuk prakiraan cuaca selama satu minggu ini, di wilayah Cirebon dan sekitarnya secara umum berawan hingga hujan ringan. Namun berpotensi hujan sedang hingga lebat, terutama pada sore dan malam hari,” ungkap Dyan saat dihubungi Radar Cirebon, Selasa (6/1/2026).

Baca Juga:Walikota dan Ratusan ASN akan Pindah dari Gedung Setda ke Grage Mall CitySawit Gaib di Cigobang Dicabut Lebih dari 300 Batang dengan Usia Sekitar 4 Bulan

Adapun untuk suhu udara, diprakirakan relatif hangat, berkisar antara 24 hingga 29 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan cukup tinggi. Kondisi ini berpotensi menimbulkan cuaca terasa lembap, meski intensitas hujan umumnya tidak terlalu tinggi. Meski demikian, BMKG mengingatkan bahwa perubahan cuaca secara lokal masih mungkin terjadi dalam waktu singkat.

Sementara itu, kondisi cuaca di Kabupaten Kuningan cenderung sedikit berbeda karena pengaruh wilayah dataran tinggi. Selain hujan ringan yang diprakirakan turun hampir sepanjang pekan, BMKG juga mencatat potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir pada Kamis (8/1/2026).

Meski demikian, ia menyebutkan bahwa hujan ringan yang terjadi secara berulang tetap perlu diwaspadai, terutama di daerah rawan genangan dan wilayah dengan sistem drainase terbatas. Aktivitas masyarakat, khususnya pada pagi dan sore hari, berpotensi terganggu akibat cuaca yang berubah cepat.

Penggunaan perlengkapan hujan serta kewaspadaan saat berkendara juga disarankan, mengingat jalanan licin kerap terjadi meski hujan turun dengan intensitas ringan. “Masyarakat di wilayah Cirebon dan sekitarnya diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG dan menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan kondisi cuaca,” imbuhnya.

HARAPAN WARGA TERDAMPAK BANJIR

Sementara itu, pasca banjir yang melanda wilayah Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, pada Senin (5/1/2026), warga masih melakukan pembersihan rumah dan lingkungan yang terdampak. Lumpur tebal sisa banjir masih menutupi jalan lingkungan, halaman rumah, hingga saluran air.

0 Komentar