Jigus Turun ke Lokasi Banjir di Mundu, Pastikan Pengembang Bangun Ulang TPT

Jigus Turun ke Lokasi Banjir di Mundu
KE LOKASI BANJIR: Wabup Cirebon Agus Kurniawan Budiman (dua dari kiri) meninjau lokasi terdampak banjir di Kecamatan Mundu, kemarin. Foto: Khoirul Anwarudin/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Pemkab Cirebon menggelar rapat koordinasi (rakor) penanggulangan banjir di wilayah Kecamatan Mundu, Selasa (6/1/2026). Rapat berlangsung di Balai Desa Pamengkang, menyusul banjir yang terjadi pada Senin malam (5/1/2026) dan berdampak pada sejumlah desa di wilayah itu.

Rapat tersebut dipimpin Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman, dihadiri perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, dinas provinsi, organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Cirebon, dan para kuwu se Kecamatan Mundu.

Pada kesempatan tersebut, Wabup Agus Kurniawan Budiman mengatakan banjir yang terjadi berdampak pada sekitar6 desa di Kecamatan Mundu. Pemerintah daerah sendiri, menurutnya, langsung bergerak cepat untuk mencari solusi bersama guna mencegah kejadian serupa terulang.

Baca Juga:Walikota dan Ratusan ASN akan Pindah dari Gedung Setda ke Grage Mall CitySawit Gaib di Cigobang Dicabut Lebih dari 300 Batang dengan Usia Sekitar 4 Bulan

“Alhamdulillah hari ini kami dari pemerintah daerah bersama BBWS, dinas provinsi, OPD terkait, dan para kuwu membahas penanganan banjir yang terjadi tadi malam. Kami mencari solusi bersama agar ke depan banjir tidak kembali terjadi di Kecamatan Mundu,” ujarnya, Selasa (6/1/2025).

Lebih lanjut wabup yang akrab disapa Jigus itu menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan oleh pemerintah daerah semata. Melainkan memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, penyebab banjir tersebut bersifat kompleks, yakni mulai dari wilayah hulu hingga hilir. “Penyebabnya beragam, mulai dari penebangan pohon oleh pihak tidak bertanggung jawab di wilayah hulu, sedimentasi atau pendangkalan sungai, hingga permasalahan sampah,” jelasnya.

Terkait persoalan sampah, Wabup Jigus meminta peran aktif pemerintah desa untuk menggerakkan masyarakat. Ia mengimbau para kuwu agar menginstruksikan RT dan RW mengajak warga bergotong royong membersihkan saluran air dan drainase di lingkungan masing-masing.

Sementara untuk solusi jangka pendek, Jigus mengungkapkan bahwa salah satu titik rawan banjir berada di Desa Pamengkang. Di lokasi itu, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pihak pengembang perumahan yang belum melakukan Penyerahan Sarana Umum (PSU) kepada pemerintah.

“Alhamdulillah, tadi dari pihak pengembang menyatakan bertanggung jawab dan siap segera membangun tembok penahan tanah (TPT) di lokasi yang jebol kemarin,” katanya.

Selain itu, pemerintah provinsi telah menawarkan bantuan berupa bronjong, sementara material batu dan pekerjaan normalisasi sungai akan dikoordinasikan antara Pemerintah Kabupaten Cirebon dan BBWS Cimanuk-Cisanggarung.

0 Komentar