Kereta Api Jadi Masih Tulang Punggung Mobilitas Nataru, Minggu Puncak Arus Balik

Kereta Api Jadi Masih Tulang Punggung Puncak Arus Balik
RAMAI: Suasana arus balik di Stasiun Cirebon yang dipenuhi penumpang yang akan kembali ke kota tujuan, Minggu (4/1). Humas Daop 3 For Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Deru roda kereta tak henti terdengar di Stasiun Cirebon dan Cirebon Prujakan. Memasuki hari ke-18 masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, arus penumpang kereta api dari wilayah Daop 3 Cirebon justru menunjukkan tren meningkat. Minggu (4/1/2026) menjadi salah satu puncaknya.

Sejak pagi, peron-peron stasiun dipenuhi penumpang yang hendak kembali ke kota tujuan. Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Solo hingga Surabaya menjadi rute favorit. Tas besar, koper, dan wajah-wajah lelah selepas libur panjang menjadi potret khas arus balik akhir tahun.

Data PT KAI Daop 3 Cirebon mencatat, selama periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, total pergerakan penumpang mencapai 274.400 orang. Dari jumlah itu, 136.562 penumpang tercatat berangkat dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 3, sementara 138.319 lainnya datang.

Baca Juga:Memotret Malam Tahun Baru 2026 di Cirebon, Ternyata Tetap "Meledak", Warga: Kalau di Rumah Saja SepiAnggaran Tak Kuat, BRT Trans Cirebon Berhenti Beroperasi Mulai 1 Januari 2026

Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 120.233 penumpang. Artinya, terjadi lonjakan hingga 114 persen.

“Kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat karena aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Manajer Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin.

Khusus pada Minggu (4/1/2026), jumlah penumpang yang berangkat mencapai 9.312 orang. Lonjakan tertinggi kedua selama masa Nataru.

Sementara penumpang yang datang tercatat sebanyak 7.444 orang. Stasiun Cirebon dan Cirebon Prujakan tetap menjadi simpul utama keberangkatan, disusul Stasiun Jatibarang dan Brebes yang juga menunjukkan pergerakan signifikan.

Tingginya minat masyarakat tercermin dari okupansi kereta jarak jauh yang melampaui kapasitas. Hingga akhir Desember 2025, tiket yang terjual mencapai 81.266 tiket atau setara 110 persen dari kapasitas yang disediakan. Fenomena ini terjadi karena pola naik-turun penumpang di sejumlah stasiun antara titik awal dan tujuan akhir perjalanan.

Beberapa kereta favorit dari Daop 3 Cirebon antara lain KA Gunung Jati, KA Cakrabuana, KA Ranggajati, KA Kaligung, hingga KA Cirebon Fakultatif. Seluruhnya menjadi andalan masyarakat dalam menuntaskan perjalanan arus balik Nataru.

Menurut Muhibbuddin, padatnya arus balik mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat pascalibur panjang akhir tahun. KAI Daop 3 Cirebon pun terus melakukan pemantauan intensif di stasiun utama dan jalur padat untuk memastikan kelancaran perjalanan.

Baca Juga:Prof Adang dari FLLAJ: BRT Cirebon Sejak Awal Keliru Ditempatkan Dalam Kerangka BisnisDisambut Ribuan Warga, Konser Dede April Sampai Buat Cirebon Timur Macet

“Kami memastikan seluruh aspek pelayanan berjalan optimal, mulai dari kesiapan sarana-prasarana hingga petugas di lapangan,” katanya.

0 Komentar