Anggaran Rp6,8 Miliar untuk Penataan Sukalila-Kalibaru

Anggaran Rp6,8 Miliar untuk Penataan Sukalila-Kalibaru
AKAN JADI IKON KOTA: Kondisi kawasan Sukalila-Kalibaru, Rabu (7/1/2026). Penataan kawasan ini menjadi ikon kota dengan melibatkan BBWS Cimanuk-Cisanggarung dan Pemkot Cirebon. Foto: Seno Dwi Priyanto/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Dari sungai yang sempit dan dipunggungi, Sukalila–Kalibaru diarahkan berubah wajah. Normalisasi dijadwalkan akhir Januari 2026. Setelah itu, bantaran sungai akan ditata dengan anggaran Rp6,8 miliar agar kawasan ini kembali berfungsi sebagai ruang publik warga.

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk–Cisanggarung menempatkan Sungai Sukalila hingga Kalibaru sebagai prioritas penanganan tahun ini. Normalisasi direncanakan mulai minggu ketiga atau keempat Januari 2026. Saat ini, tahapan masih berada pada proses penganggaran sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Kepala BBWS Cimanuk–Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro, menegaskan bahwa normalisasi menjadi langkah awal yang tidak bisa ditawar. Sungai harus dipulihkan lebih dulu sebelum kawasan bantaran ditata. “Kita akan memulai normalisasi Sungai Sukalila hingga Kalibaru pada minggu ketiga atau keempat Januari ini setelah proses penganggaran selesai,” ujar Dwi Agus Kuncoro kepada Radar Cirebon, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga:Sayang Sekali Nasib BRT: Dari Angkutan Masal jadi Aset NganggurJigus Turun ke Lokasi Banjir di Mundu, Pastikan Pengembang Bangun Ulang TPT

Normalisasi diproyeksikan berlangsung sekitar satu bulan. Pekerjaan difokuskan pada dua ruas sungai dengan total panjang hampir satu kilometer. Endapan lumpur yang selama ini mengurangi kapasitas tampung air akan dikeruk. Profil sungai ditata ulang agar aliran lebih stabil, terutama saat debit air meningkat.

Kondisi Sungai Sukalila hingga Kalibaru saat ini menunjukkan urgensi pekerjaan tersebut. Aliran air membentang di antara dinding beton lama yang mulai kusam. Lebar sungai tidak seragam, menyempit di sejumlah titik akibat sedimentasi dan bekas aktivitas di bantaran.

Vegetasi tumbuh alami di kiri dan kanan sungai. Pepohonan berkanopi lebar menaungi alur air, menciptakan kesan hijau di tengah kepadatan kota. Di beberapa bagian, bantaran tampak terbuka pascapenertiban, menyisakan hamparan tanah dan beton yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai lapak pedagang.

Setelah normalisasi rampung, penataan kawasan bantaran sungai tetap ditargetkan berlangsung pada 2026. BBWS menyiapkan konsep ruang publik yang berorientasi pada fungsi sosial dan rekreasi ringan. Jogging track, taman, serta tempat duduk akan dibangun di sepanjang bantaran. Jembatan penghubung juga direncanakan hadir di ruas Sukalila dan Kalibaru untuk memperkuat konektivitas kawasan.

Arah penataan ini menempatkan sungai sebagai ruang depan kota. Bukan lagi area sisa, tetapi ruang bersama yang aman dan nyaman. “Penataan kawasan dilakukan setelah normalisasi dengan konsep jogging track, membangun taman, jembatan, dan ruang duduk warga,” tegas Dwi.

0 Komentar