FEB UGJ Cirebon Jadi Tujuan Belajar Mahasiswa Filipina

program Short Course di FEB UGJ
SHORT COURSE:  Sebanyak 20 mahasiswa Universitas San Carlos, Filipina, mengikuti program Short Course di FEB UGJ selama 10 hari, 5-14 Januari 2026. FOTO: ABDULLAH/RADARCIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon kian menunjukkan daya tariknya di tingkat internasional. Melalui program Short Course, sebanyak 20 mahasiswa dari Universitas San Carlos, Filipina, mengikuti perkuliahan di FEB UGJ selama 10 hari.

Program tersebut berlangsung pada 5–14 Januari 2026. Para mahasiswa asing itu berasal dari Fakultas Ekonomi Universitas San Carlos.

Dekan FEB UGJ Cirebon, Dr Acep Komara, M.Si., didampingi Wakil Dekan I Moh Yudi Mahadianto SE MM MPM CAP, membenarkan bahwa FEB UGJ menerima 20 mahasiswa dari Filipina untuk mengikuti program Short Course tersebut.

Baca Juga:Perkuat Pendidikan Karakter, PDIP Cirebon Buka Program Ayo Ngaji bagi Anak-Anak Pemkab Cirebon Dukung SE Gubernur KDM soal Transparansi Anggaran, Inilah Langkah BKAD

“Ini merupakan pertama pertama FEB UGJ menerima mahasiswa asing dalam program Short Course,” ujar Acep di ruang kerjanya, Selasa (6/1/2026).

Selama 10 hari berada di UGJ, para peserta tidak hanya mempelajari materi bisnis, tetapi juga diperkenalkan dengan budaya lokal. Kegiatan pembelajaran dilakukan melalui metode in class dan outing class.

Untuk kegiatan in class, mahasiswa mendapatkan materi terkait pasar modal dan pengenalan bisnis. Sementara dalam kegiatan outing class, mereka diajak mengunjungi sejumlah lokasi budaya dan bersejarah, seperti Keraton Kasepuhan, Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah di Indramayu, Gedung Linggarjati di Kuningan, serta kawasan heritage di Bandung, termasuk Gedung Asia Afrika, Jalan Braga, dan Museum Geologi.

“Program ini memang dirancang sebagai Short Course yang menggabungkan pembelajaran akademik dan pengenalan budaya,” jelas Acep.

Ia mengungkapkan, pihaknya telah mengundang sejumlah mitra perguruan tinggi luar negeri untuk mengikuti program serupa. Universitas San Carlos dari Filipina menjadi yang pertama berpartisipasi.

“Kami berharap ke depan mahasiswa dari negara lain juga bisa datang ke sini. Kegiatan ini memiliki nilai strategis untuk mengukuhkan bahwa FEB UGJ sudah menuju perguruan tinggi bertaraf internasional. Tidak hanya mengirim mahasiswa UGJ ke luar negeri, tetapi juga menerima mahasiswa asing belajar di UGJ,” tandasnya. (abd)

0 Komentar